Gencatan Senjata Bukan Solusi Hakiki bagi Palestina

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Gencatan Senjata Bukan Solusi Hakiki bagi Palestina

Oleh: Keyra Princy (Santri Ideologis)

Pada setiap senjata yang menggempur, akan selalu ada jiwa jihad yang tersungkur. Tak peduli rumah-rumah yang telah hancur lebur, karena yang terpenting adalah meninggikn kalimat Yang Maha Luhur. Tak adil rasanya jika semua itu hanya dibalas dengan gencatan senjata. Padahal, rusaknya tak hanya secara fisik, melainkan mental. Meskipun katanya warga Palestina bisa merasakan kebiahagian yang terselip, tetapi kesedihan tetap menjadi tokoh utama yang mewakili perasaan atas kesepakatan ini.

Sebagaimana dilansir dari Gaza, Viva.co.id (16/01/2025), kondisi Gaza semakin memprihatinkan setelah serangan baru Israel menewaskan sedikitnya 82 orang dalam beberapa jam terakhir, meskipun sebelumnya, pada hari Rabu, 15 Januari 2025 malam.

Hamas dan Israel mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan senjata. Sebelumnya Gaza sempat mengumumkan secara singkat tentang perayaan kesepakatan ini. Namun, perayaan tesebut tidak bertahan lama. Pasalnya, meski kesepakatan gencatan senjata diumumkan, serangan-serangan masih terus berlangsung.

“Beberapa jam yang lalu, ada suasana gembira di kalangan warga di sini ketika pengumuman gencatan senjata disampaikan. Namun, setelah itu, serangan udra Israel menghancurkan semu harapn itu,” ujar Anas Al-Sharif, Korespunden Al-Jazeera.

Dapat ditilik dari berita di atas, bahwa terjadinya gencatan senjata bukan karena Trump yang menekan Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan tersebut, melainkan karena Zionis sudah tak mampu lagi menghadapi jiwa jihad rakyat Gaza yang tak dapat dipatahkan.

Rakyat Gaza tetap teguh berpegang pada keimanan walau menderita kelaparan, dibunuh, digenosida, hingga banyak pemimpin yang syahid di jalan Allah. Ini menunjukkan juga bahwa rakyat Gaza sudah tak bisa lagi diperangi dengan cara yang biasa. Sampai-sampai rakyat sipil di Gaza pun semangat mempertahankan tanah mereka dan menggetarkan Zionis.

Jika ditilik lebih jauh, sesungguhnya kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel bukanlah sousi hakiki dari berakhirnya konflik ini. Nyatanya, beberapa saat setelah pengmuman, Israel masih terus melancarkan serangan-serangan untuk Palestina, membunuh rakyat-rakyat Palestina.

Ini menunjukkan bahwa satu-satunya solusi hanya jihad dan khilafah. Karena hanya dengan keduanya, kaum muslimin bisa bersatu dan menyerang Zionis laknatullah. Dengan khilafah, kaum muslimin memiliki penjaga dan pelidung, terkhusus Palestina.

Umat Islam harus meyakini bahwa kemenangan hanyalah milik Allah semata, dan akan datang atas pertolongan Allah. Oleh karena itu, sudah selayaknya kaum muslimin memantaskan diri untuk mendapat pertolongan Allah.

Kaum muslimin harus meyakini juga bahwa tegaknya kembali khilafah di muka bumi adalah janji Allah untuk melindungi umat Muhamad. Oleh karena itu, ada atau tidak adanya kita untuk membebaskan Palestina dan menegakkan khilafah, janji-janji Allah pasti akan terjadi. Pastinya, kaum muslimin harus terus berjuang untuk mencapai solusi hakiki sesuai aturan Allah, tidak berputus asa dan menyerahkan urusan pada musuh-musuh Allah. Wallahu A’lam Bisshawwab.

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA