Muharam, Momentum Refleksi Menuju Perubahan Hakiki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Muharam merupakan salah satu bulan penuh keagungan, bulan Allah, di mana secara individu pahala akan dilipatgandakan ketika berbuat kebaikan. Begitu pula ketika berbuat dosa, ganjarannya akan dilipatgandakan.

Renungan awal tahun pada bulan Muharam menjadi kilas balik atas realitas yang terjadi di negeri tercinta. Berbagai permasalahan terus menerpa sepanjang tahun ini. Masih melekat dalam ingatan berbagai rentetan kasus pelecehan seksual dan kekerasan pada anak, hingga banyaknya kasus perundungan terhadap anak yang terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya merupakan area yang aman dan tempat anak mendapat perlindungan. Masalah judi online pun tak kunjung usai hingga akhirnya generasi menjadi sasaran sistemis dari mafia judol internasional karena sanksi yang diberikan tidak memberikan efek jera.

Dalam kehidupan di dunia fana ini, takaran rezeki manusia sudah ada ketentuannya dari Allah sehingga ada yang dilapangkan jalan rezekinya menjadi orang kaya, ada pula yang miskin. Akan tetapi, kemiskinan yang terjadi saat ini merupakan kemiskinan secara struktural.

Di kancah internasional, kondisi Palestina terus bergejolak. Genosida rakyat Gaza belum berakhir hingga saat ini. Umat Islam secara keji terus berusaha dimusnahkan oleh zionis Israel dengan diserang memakai senjata pemusnah tanpa jejak hingga dibunuh secara perlahan dengan mengalami kelaparan. Mirisnya, penguasa negeri muslim seolah berdiam diri menutup mata. Solusi dua negara tak akan bisa menyelesaikan masalah Palestina.

Kerusakan dan nestapa yang terjadi hampir di semua lini kehidupan, semua itu merupakan imbas dari penerapan sistem kapitalisme sekuler yang diterapkan dalam pengaturan kehidupan saat ini. Sistem sekuler yang memisahkan aturan agama dari kehidupan dan aturan negara menjadikan agama hanya sekadar mengatur diri manusia secara individu dengan Sang Penciptanya, sedangkan dalam tatanan kehidupan, agama tidak memiliki ranah untuk mengatur. Arah pandang kebahagiaan hanya bersandar pada terpenuhinya kebutuhan hidup berupa materi, dengan asas manfaat tanpa memandang tolak ukur halal dan haram.

Muharam merupakan momentum refleksi atas kenestapaan yang terjadi akibat manusia menjauhkan dan tidak menjalankan aturan Allah. Umat Islam pada saat ini mengalami kemunduran dan melemahnya pemahaman terhadap Islam dalam kehidupan sehingga terputus pemikiran Islam dari realitas.

Muharam merupakan momentum umat Islam untuk menentukan arah masa depan sehingga predikat sebagai umat terbaik akan diraih kembali, dengan mengembalikan kepercayaan umat kepada Islam dengan syariat secara menyeluruh.

Kebangkitan umat harus dibangun dengan kesadaran politik Islam bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi politik merupakan kewajiban syariat. Hijrah hakiki adalah berjuang dengan hijrah dari sistem kufur menuju sistem Islam. Perubahan ini memerlukan proses panjang dan terorganisasi sehingga umat harus berjuang bersama jamaah dakwah ideologis dengan metode dakwah Rasulullah saw. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Oleh: Farida Zahri
Muslimah Peduli Generasi

Loading

Views: 12

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA