Tinta Media – Mengawali tahun baru Islam, yaitu bulan Muharam, umat harus segera introspeksi diri dalam perenungan badai kehidupan yang menimpa negeri saat ini. Seharusnya, pada bulan baru ini, umat hijrah dari keterpurukan yang mulanya berpikir ala kufur menjadi berpikir mulia ala Islam demi pencapaian kesejahteraan dunia akhirat yang hakiki.
Kita pasti sudah tahu bagaimana keadaan negeri yang mengadopsi pemikiran Barat, yaitu kapitalisme sekuler yang menjauhkan agama dari ranah kehidupan saat ini. Sistem rusak ini mampu memengaruhi umat dengan berbagai kebebasan (liberal) yang dilakukan. Akibatnya, banyak perilaku menyimpang yang dilakukan karena memang negara memberikan fasilitas yang mengantarkan pada keterpurukan dan kemaksiatan.
Bagaimana tidak, agama dijauhkan dari hidup dan yang menjadi tolok ukur kapitalis adalah keuntungan dan kemanfaatan. Zina dilegalkan asal sama-sama suka. Riba terus merajalela. Generasinya tidak ditanamkan nilai akhlak luhur, akidah, dan adab menurut syariat. Dalam dunia pendidikan, yang dikedepankan hanya teori semata. Akibatnya, banyak lahir generasi cerdas, tetapi tidak beradab terhadap guru dan orang tua.
Dalam sistem kapitalisme saat ini, generasi dididik tidak punya rasa kasih sayang terhadap sesama, saling bermusuhan dan mengedepankan ego masing-masing. Akibatnya, marak terjadi kriminalitas anak, seperti klithih dan tawuran yang kerap kali memakan korban jiwa. Kalau sudah begini, siapa yang harus disalahkan? Jelas, sistem yang diterapkan adalah sistem rusak buatan manusia yang dapat diubah sesuka hati, tak peduli dampaknya, baik ataupun buruk bagi kehidupan.
Belum lagi keadaan di luar sana, kondisi politik tidak berjalan baik, genosida terhadap Palestina tak kunjung berhenti. Sudah ribuan manusia tak berdosa dibunuh secara brutal, baik dari kalangan orang tua, laki-laki, perempuan, remaja, anak-anak, maupun lansia. Mirisnya, negara-negara Islam yang ada di sekitar Palestina diam mematung seperti setan bisu. Mereka seolah tuli terhadap jeritan manusia tak berdosa yang dizalimi oleh Zionis Yahudi laknatullah alaih.
Tidak ada pertolongan apa pun, hanya kecaman saja yang tak mampu membumihanguskan Zionis. Padahal, mereka memiliki peralatan militer canggih dan tentara yang kuat. Ada apa dengan dunia?
Satu-satunya cara untuk meraih kemuliaan dan kesejahteraan umat adalah kembali pada aturan Allah secara kaffah dalam naungan Khilafah islamiah. Umat harus sadar dan bergabung bersama barisan dakwah yang menyerukan kembalinya aturan Islam. Wallahualam bissawab. []
Oleh: Mariyam Sundari
Pengamat Kriminalitas Anak
Views: 27
















