Tinta Media – Bulan Muharram merupakan awal bulan dalam kalender Hijriah dan salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan (bulan haram). Momentum Tahun Baru Islam adalah momentum muhasabah, mengingat sejarah perjuangan Nabi dalam menyampaikan risalah ajaran Islam, mengenalkan berbagai syariat sebagai standar seluruh perbuatan dan sikap sehingga umat memiliki predikat khairu ummah. Sebagaimana firman Allah Swt., “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (QS Ali Imran: 110)
Namun, kondisi umat hari ini masih jauh untuk dikatakan sebagai umat terbaik. Berbagai permasalahan terus membelit rakyat, seperti maraknya kasus judi online, prostitusi anak yang merajalela, bullying, eksploitasi seksual, dan kemiskinan struktural yang masih menyelimuti sepanjang tahun.
Permasalahan umat Islam di tingkat internasional pun tidak kalah memprihatinkan. Genosida di Palestina masih terus berlangsung. Rakyat Gaza dibuat mati kelaparan dan tak berdaya akibat berbagai tindakan yang merusak seluruh akses kehidupan dengan tembakan, bom, dan berbagai sarana perusak lainnya. Sementara itu, penguasa negeri-negeri Muslim terkesan abai. Tak satu pun yang bergerak untuk mengirim tentara.
Berbagai permasalahan yang terjadi ini timbul akibat penerapan sistem sekularisme-kapitalisme. Sistem sekularisme atau pemisahan peran agama dari kehidupan adalah cikal bakal kerusakan yang terjadi hingga kini. Mengapa sistem ini sangat fundamental menggerus tatanan masyarakat? Karena keimanan tidak lagi dijadikan fondasi. Masyarakat mengalami penurunan nilai dan moral akibat tercabutnya nilai-nilai Islam, sehingga menciptakan individu-individu yang hedonis dan liberal.
Sistem kapitalisme menjadikan orientasi hidup masyarakat bersifat pragmatis dan materialistis karena hanya berfokus pada pencapaian duniawi dan keuntungan yang sering kali mengabaikan batas halal dan haram.
Negara dalam sistem kapitalisme pun tidak mampu memberikan perlindungan yang optimal. Kebijakan yang lahir hanya bersifat reaktif dan tidak memberikan solusi pasti. Sistem ini memprioritaskan keuntungan di atas kesejahteraan sosial, seperti naiknya harga BBM beberapa hari ini. Penolakan dan kecaman bermunculan. Para pemuda dan mahasiswa turun menyampaikan aspirasi, namun tetap tiada hasil.
Sistem kapitalisme tidak akan mampu menjaga masyarakat dan tidak akan pernah memberikan kesejahteraan kepada masyarakat karena kebijakan-kebijakan yang selama ini diambil tidak berpihak kepada rakyat.
Ketimpangan juga nyatanya terjadi di panggung internasional, termasuk ketidakmampuan umat Islam membela Palestina. Umat Islam terpecah oleh sekat-sekat nasionalisme sehingga batas-batas wilayah menjadi rambu bagi umat Islam untuk membantu saudaranya ketika terjadi penjajahan.
Sistem sekularisme-kapitalisme itulah yang membuat umat Islam tidak bisa bersatu sehingga berbagai kerusakan merata di seluruh lini kehidupan.
Bulan Muharram seharusnya mengingatkan kita dan menjadi momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini merupakan akibat jauhnya umat dari aturan Allah, bukan hanya karena penerimaan atas takdir yang mesti kita lalui.
Umat Islam di seluruh dunia harus berjuang untuk hijrah secara hakiki, yaitu hijrah dari sistem sekularisme-kapitalisme menuju sistem Islam, di mana aturan Islam menjadi satu-satunya pedoman.
Negara diatur dengan aturan Islam selaras dengan perjuangan yang telah dicontohkan Rasulullah saw. Umat Islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah yang ideologis, yang mengambil metode dakwah Rasulullah saw., yaitu menegakkan aturan Islam untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin.[]
Oleh: Vivi
Sahabat Muslimah
![]()
Views: 17








