Solusi Hakiki Usir Penjajah dari Tanah Palestina

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Wacana presiden Prabowo akan memindahkan warga Palestina ke Indonesia telah menyebar luas di kalangan masyarakat Indonesia. Tentu berita ini membuat masyarakat heboh. Banyak yang tidak setuju dengan rencana pemindahan tersebut. Bukan tanpa alasan, mereka berpendapat bahwa negara belum siap menampung, sebab masih banyak rakyat sendiri yang lebih membutuhkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

‎Melansir dari beritasatu.com (09/04/2025), Prabowo menyatakan bahwa negara siap menampung ribuan warga Gaza yang akan dipindahkan dan akan menjemput mereka menggunakan pesawat. Presiden juga sudah menyiapkan pesawat untuk kepindahan warga Gaza.

‎Juga melansir dari tempo.co (27/03/2025), media Israel menyampaikan bahwa mereka akan memindahkan 100 warga Gaza ke Indonesia. Sebelumnya, pada Januari 2025, Trump pernah menyampaikan bahwa ia ingin memindahkan warga Gaza ke Indonesia, walaupun saat itu ditolak oleh Kementerian Luar Negeri.

‎Fakta di atas merupakan bukti bahwa Israel ingin mengosongkan warga Palestina dari tanah kelahirannya sendiri. Mereka sengaja ingin menempati Palestina dan merebut tanahnya.

‎Alasan Israel memindahkan warga Gaza adalah ingin membersihkan etnis Gaza dari tanah Palestina. Selain itu, mereka ingin menetap atau bertempat tinggal di Palestina. Saat ini, mereka juga merasa kalah dari Hamas. (Internasional.sindonews.com 06/02/2025)

‎Tentu pemindahan ini adalah rencana Israel dan Amerika yang memang ingin mengosongkan tanah Palestina. Apa pun motifnya, rencana pemindahan ini bukanlah membawa kebaikan, baik bagi warga Palestina maupun seluruh umat Islam sedunia.

‎Beberapa waktu lalu, banyak video beredar tentang upaya mereka untuk menjadikan Palestina tempat wisata dan tentunya ada maksiat di sana. Bisa saja ada motif lain selain yang disebutkan. Kemungkinan ada motif untuk mengambil sumber daya alam di Palestina, sekaligus menghancurkan masjid Al-Aqsa yang mereka percaya dapat mendatangkan tuhan mereka saat masjid Al-Aqsa dihancurkan.

‎Akan tetapi disayangkan, bahwa presiden Indonesia justru bersedia memindahkan warga Gaza, seakan menyetujui rencana Israel dan Amerika untuk mengosongkan Palestina. Jika alasan pemindahan tersebut adalah agar warga Gaza tidak menjadi korban dari kekejaman Israel, tentu alasan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ini karena memindahkan warga Gaza bukanlah solusi. Sebab, tujuan Israel dan Amerika adalah untuk menguasai tanah Palestina, termasuk beberapa motif lain yang disebutkan.

‎Justru, pemindahan warga Palestina ini membuat Israel semakin mudah menguasai Palestina dan merusak kesucian tanah Palestina, apalagi ada masjid Al-Aqsa yang seharusnya dilindungi. Siapa lagi yang melindungi, jika warga Palestina sendiri dipindah?

‎Jika presiden Prabowo setuju untuk memindahkan warga Gaza ke Indonesia, maka artinya presiden memperbolehkan Israel untuk meruntuhkan dan menghancurkan masjid Al-Aqsa. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan. Sebab, masjid Al-Aqsa adalah salah satu masjid tempat Isra’ mi’raj Nabi Muhammad saw. yang seharusnya dijaga oleh umat Islam.

‎Solusi yang seharusnya diambil oleh pemimpin muslim adalah dengan mengirimkan bantuan tentara atau militer yang kuat untuk mengusir Israel dari tanah Palestina. Tujuannya adalah untuk melindungi masjid Al-Aqsa, bukan malah mempersilahkan Israel menduduki Palestina dan menguasai masjid Al-Aqsa, bahkan menjarah sumber daya alam yang dimiliki penduduk Palestina.

‎Sungguh miris, saat ini tidak ada satu pun pemimpin negara muslim yang berani menyerang Israel dan Amerika. Mereka seperti tunduk dan patuh di bawah kekuasaan Israel dan Amerika. Mereka tidak berani angkat senjata melawan Israel, hanya karena di belakangnya dilindungi Amerika. Mereka takut putus hubungan secara ekonomi dengan Amerika, jika berani melawan Israel.

‎Pemimpin muslim saat ini tidak ada satu pun yang berani melindungi warga Palestina, kecuali warga Palestina sendiri, yang rela mengorbankan darah dan nyawa untuk melindungi masjid Al-Aqsa.
‎Lalu, di manakah umat Islam sekarang ini? Kemana pemimpin muslim yang seharusnya melindungi warga Palestina dan masjid Al-Aqsa? Sepengecut itukah pemimpin negara muslim saat ini?

‎Mereka sibuk dengan urusan negaranya masing-masing. Mereka sibuk mencari peruntungan sendiri-sendiri melalui kerja sama dengan negara kafir penjajah.

‎Maka, penyebab ini semua adalah tercerai-berainya umat Islam oleh sekat nasionalisme. Mereka hanya mementingkan tanah yang dibatasi oleh batas imajiner nasionalisme.

‎Seharusnya mereka bisa bersatu tanpa memandang asal negara, karena umat Islam adalah satu tubuh. Jika salah satu bagian tubuh merasakan sakit, maka seluruh bagian tubuh juga merasakan sakitnya. Seperti itulah umat Islam seharusnya.

‎Karena itulah, seluruh umat Islam butuh pemimpin dan pelindung yang menjaga dari kekejaman kaum kafir penjajah. Umat Islam butuh sistem yang dapat menghapus sekat-sekat nasionalisme yang memecah belah umat seperti saat ini.

‎Kembali pada sistem Islam yang dipimpin seorang Khalifah adalah solusi hakiki dari masalah Palestina saat ini. Sehingga, umat Islam dapat bersatu di bawah naungan daulah Islam dan mengembalikan kejayaan Islam di muka bumi ini. Dengan bersatunya umat Islam, kaum kafir penjajah tidak akan dapat mengganggu umat Islam. Umat pun dapat mengusir penjajah dari tanah kaum muslimin di seluruh dunia.
Wallahu a’lam

 

 

 

Oleh: Novida Balqis

Sahabat Tinta Media

Views: 33

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA