Penjajah Harus Dihukum, Bukan Dijamin Keamanannya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta MediaSemua orang tahu bahwa Israel adalah penjahat kemanusiaan yang telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Bagaimana mungkin jaminan keamanan justru diberikan kepada penjahat kemanusiaan yang telah membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa? Board of Peace bentukan Trump hanyalah kedok yang mengatasnamakan perdamaian Gaza, padahal tujuan sebenarnya adalah memberikan dukungan politik kepada Israel untuk menguasai Palestina. Israel yang menjajah Palestina justru dihormati dan dijamin keamanannya, sementara Hamas yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina dimusuhi dan dicap sebagai teroris.

 

Anehnya, Indonesia memutuskan menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump. Bahkan, Presiden Prabowo secara terang-terangan menyatakan bahwa perdamaian Palestina hanya bisa terwujud jika semua pihak mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Pemerintah Indonesia juga memastikan akan membayar iuran sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,9 triliun kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

Di manakah akal sehatnya ketika negara dengan mayoritas penduduk muslim justru mendukung, bahkan menjadi bagian dari Board of Peace bentukan Trump yang jelas mendukung penjajahan atas Palestina yang dilakukan Israel dengan dukungan penuh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat? Keputusan ini sungguh melukai perasaan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim. Selain itu, kebijakan tersebut juga telah melanggar amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea pertama, yang secara tegas mengutuk penjajahan di atas dunia.

 

Indonesia seharusnya menjadi negara berdaulat yang memiliki pemikiran dan pendirian mandiri, sesuai dengan aspirasi rakyat serta konstitusi yang telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa. Jangan sampai keputusan dan kebijakan negara dipengaruhi oleh kepentingan negara lain yang memiliki agenda politik tersendiri. Indonesia, dengan mayoritas penduduk muslim, semestinya berpihak kepada Palestina yang tengah berjuang merebut kemerdekaannya dari Israel, bukan justru mendukung penjajahan yang secara jelas dikutuk oleh negara ini.

 

Negara yang berdaulat seharusnya memiliki prinsip, bukan ikut-ikutan mendukung agenda negara lain yang bertentangan dengan konstitusi sendiri. Negara yang besar dan berdaulat tidak gentar terhadap ancaman, seolah-olah jika tidak tunduk kepada Amerika Serikat dan Israel maka tidak akan ada jaminan keamanan. Negara-negara muslim harus bersatu untuk menghukum Trump dan Israel agar perdamaian dunia benar-benar dapat terwujud.

 

Penjajahan di atas dunia hanya dapat dihapus dari muka bumi dengan tegaknya Khilafah sebagai perisai umat. Perdamaian dunia akan terwujud dengan menghukum dan mengusir para penjajah dari muka bumi melalui jihad, bukan dengan menghormati dan melindungi kepentingan mereka. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Mochamad Efendi,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 30

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA