Tinta Media – Perang Gaza masih belum mereda. Gencatan senjata yang digadang-gadang mampu menjadi solusi, justru dikhianati begitu saja.
Israel dan Hamas saling tuduh dalam kegagalan gencatan senjata yang ditetapkan Minggu, 19 Januari 2024 lalu. Perselisihan diawali saat ribuan warga Palestina diadang di kondor Netzarim ketika akan pulang ke rumah mereka di Gaza Utara (kompas.com, 26-1-2025). Pemerintah Israel memblokir jalan utama dan menuduh bahwa Hamas telah melanggar perjanjian gencatan senjata.
Seperti yang telah dikabarkan media, Hamas telah membebaskan empat tentara Israel, dan Israel telah membebaskan 200 tawanan Palestina. Akan tetapi, pemerintah Israel melarang warga Palestina kembali ke rumah sampai Hamas melakukan pembebasan warga sipil Israel, Arbel Yehud. Disebutkan bahwa Arbel Yehud merupakan salah satu tahanan yang tidak ikut dibebaskan bersama empat tentara perempuan Israel. Terjadi kesimpangsiuran data tahanan. Hal ini pun menjadi satu sebab dilanggarnya kesepakatan gencatan senjata oleh Israel.
Fakta lain juga membuktikan, bahwa kesepakatan gencatan senjata telah dilanggar. Pesan peringatan dinyalakan setelah serangan Israel membabi buta. Ratusan warga Jenin di Gaza Utara dihimbau untuk mengungsi (cnbc.com, 24-1-2025). Keadaan ini terjadi setelah sepekan gencatan senjata disepakati.
Tidak hanya itu, dukungan terhadap Israel pun ditunjukkan oleh Amerika Serikat dengan menarik kembali larangan pengiriman pasokan 1 ton bom untuk Israel. Perubahan kebijakan tersebut ditetapkan oleh Pentagon kepada otoritas Israel sejak Jumat, 24 Januari 2025 lalu. Tidak kurang dari 1.800 bom jenis MK 84 akan dimuat dan dikirim ke Israel beberapa hari ke depan.
Sementara itu, di bidang hukum, Indonesia telah menunjukkan inkonsistensi dalam dukungannya terhadap perjuangan Palestina. Pemerintah Indonesia masih menjalin kerja sama ekonomi dengan Israel. Nilai ekspor per November 2024, mencapai US$ 37.673.245, sedangkan nilai impornya mencapai US$ 7.506.568. Demikian diungkapkan Dimas Bagus Arya, Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (tempo.co, 20-1-2025).
Refleksi Solusi Sepihak
Deretan fakta ini membuka mata dunia, bahwa genosida di Gaza tidak bisa dihentikan hanya melalui gencatan senjata.
Euforia gencatan senjata terjadi di kalangan umat Islam. Memang betul, secara nyata, gencatan senjata memberi jeda bagi muslim Palestina untuk bebas dari kejahatan kejahatan Zionis dan negara pendukungnya AS.
Mestinya umat memahami, gencatan senjata bukanlah solusi tuntas yang menyelsaikan genosida di Gaza.
Gencatan senjata tidak akan membawa perubahan berarti. Aksi Zionis yang terus menyerang dan membunuh warga sipil tidak berdaya setelah beberapa jam gencatan senjata menunjukkan sikap pengkhianatan yang nyata. Inilah karakter umum kaum Yahudi yang sering melanggar perjanjian yang mereka buat. Pengkhianatan seperti ini merupakan pengulangan yang terus terjadi dan tidak bisa dinormalisasi. Seharusnya umat Islam tidak mudah tertipu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan mengapa setiap kali mereka mengikat janji, sekelompok mereka melanggarnya? Sedangkan sebagian besar mereka tidak beriman.” (TQS. Al-Baqarah: 100)
Kondisi ini menunjukkan bahwa sikap zionis tetap tidak berubah dan harus dihentikan dengan kekuatan militer yang tegas. Gencatan senjata bukanlah strategi yang bisa diandalkan, karena gencatan senjata hanyalah sebuah perjanjian yang mudah dilanggar. Masalah utama Palestina adalah kekuatan dukungan AS dan sekutunya yang terus mengancam Gaza.
Selain itu, kelemahan sikap penguasa negara-negara Arab yang tidak dapat membela Gaza memperburuk keadaan. Hilangnya ukhuwah Islamiyah menyebabkan para penguasa mudah dipengaruhi oleh negara adidaya. Negara-negara Muslim juga telah dirancang untuk terpecah belah dengan ideologi yang merusak. Kolonialisme ala Barat telah diwajarkan demi mempertahankan kekuasaan hegemoninya.
Tidak mengherankan jika pemimpin negara-negara Arab kini lemah dalam perjuangan membebaskan Palestina, karena mereka adalah kaki tangan negara Barat.
Khilafah, Solusi Pasti
Gaza hanya dapat dibebaskan dengan kekuatan Islam yang tangguh. Umat Islam harus meyakini bahwa kemenangan hanya akan diraih oleh kaum yang taat pada hukum-hukum Allah. Kemenangan itu akan datang ketika umat Islam menerapkan syariat Islam secara sempurna.
Oleh karena itu, perjuangan untuk membebaskan Gaza harus sesuai dengan tuntunan Allah SWT., dan tidak diserahkan kepada musuh-musuh-Nya. Umat harus terus berjuang untuk mencapai solusi yang tepat.
Sistem Islam adalah satu-satunya harapan. Kekuatan jihad dalam institusi khilafah adalah jalan utama untuk membebaskan Gaza dari serangan Zionis. Israel harus diusir dari Palestina. Genosida di Gaza berasal dari imperialisme yang didalangi oleh negara-negara kafir yang zalim, yang hanya bisa dihentikan dengan jihad dalam tatanan khilafah. Jihad dengan strategi dan mekanismenya akan mengusir segala bentuk penjajahan dan menyatukan kekuatan umat Islam, sehingga tentara Muslim menjadi kekuatan yang tangguh dalam menghadapi penjajahan di seluruh dunia.
Terlebih, momen bulan Rajab dan peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya dapat dimanfaatkan untuk memahamkan umat terkait sebab utama masalah penjajahan di Gaza dan negeri-negeri Islam lainnya.
Kemuliaan yang Allah SWT. anugerahkan atas tanah Palestina, mestinya mampu menjadi dorongan bagi terwujudnya kekuatan dan persatuan kaum muslim dunia hingga terwujudnya kembali kemuliaan umat Islam.
Umat Islam di Indonesia memanfaatkannya dengan aksi Bela Palestina 26 Januari 2025 lalu di wilayah Jakarta atas dorongan iman. Jumlah kaum muslim yang mencapai 40.000 mestinya mampu menjadi modal dasar terbangunnya kekuatan umat. Kesadaran umat yang terbentuk, akan menyatukan pemahaman umat hingga akhirnya ikut berjuang untuk mewujudkannya. Sehingga terwujudlah jihad dan tegaknya Khilafah. Praktisnya, umat membutuhkan kekuatan kepemimpinan jama’ah dakwah ideologis yang mampu menghantarkan pada tujuan utama. Yakni kekuatan umat yang mampu mewujudkan persatuan seluruh kaum muslim dunia dalam tatanan institusi khilafah yang amanah dan bijaksana.
Wallahu a’lam bisshowwab.
![]()
Views: 27
















