Tinta Media – KPK buka suara soal adanya dugaan upaya rekayasa dalam sistem e-katalog yang terungkap dalam kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara. (Kumparan News, 04/07/2025)
Sungguh miris, walaupun saat ini ada lembaga KPK, tetapi tidak membuat para koruptor jera untuk bermain curang. Di mana ada uang panas, maka akal-akalan menggunakan uang haram pun jadi bisnis turun-temurun. Hal ini akibat sistem demokrasi yang bobrok. Manusia bebas melakukan apa saja termasuk korupsi, meskipun sudah ada payung hukum. Ini karena hukum di Indonesia bisa diutak-atik sesuai dengan selera pengusaha dan bisa dibeli asal menguntungkan kedua belah pihak.
Dalam sistem demokrasi, yang haram bisa menjadi halal. Korupsi merajalela, tetapi hukum tak punya taring. Sungguh, di dunia sekuler, manusia tak lagi takut dengan Allah sebagai Tuhan pemberi rezeki. Pasalnya, orang zaman now tak lagi percaya kepada Allah sepenuh hati. Allah hanya tinggal sesembahan saja tanpa ada pengaruh dalam hidupnya.
Berbeda dengan sistem Islam yang mendidik manusia antikorupsi dan takut kepada Allah. Mereka paham jika diberi amanah atau jabatan harus bisa menjalankan dengan jujur dan benar sesuai tuntunan Allah. Maka, sudah seharusnya sistem kapitalisme sekuler yang rusak ini digantikan dengan sistem Islam. Sistem Islam membentuk manusia amanah dan bertanggung jawab atas pekerjaan apa pun yang diberikan oleh atasan atau negara.
Sistem Islam (Khilafah) akan mendidik pegawai dan umat ini menjadi pegawai maupun pengusaha yang amanah karena dengan akidah Islam saja kejujuran akan dipupuk. Allah akan melimpahkan rezeki atas seseorang yang menjadi pengusaha dan pegawai yang beriman dan bertakwa di sisi Allah, seperti sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf yang rajin sedekah dan diberi Allah kekayaan tiada putus. Saat Islam diterapkan secara sempurna, maka kaya dengan uang halal dan tayib bisa terwujud. Wallahualam bissawab.
Oleh: Desti Marzuliantini, S.K.M.
Sahabat Tinta Media
Views: 33








