Tinta Media – Akhir Agustus 2025, Indonesia diguncang aksi demonstrasi di berbagai wilayah. Ini menyebabkan 295 anak-anak ditetapkan sebagai tersangka yang diduga melakukan tindakan anarkis. (Kompas.com, 24/09/2025)
Penetapan 295 orang sebagai tersangka dalam demonstrasi menimbulkan perhatian serius, terutama ketika generasi muda semakin kritis dan berani menyuarakan ketidakadilan. Generasi muda saat ini tumbuh di era digital yang memungkinkan mereka lebih sadar akan kesenjangan sosial dan ketidakadilan dalam kebijakan sehingga lebih berani menyuarakan tuntutan perubahan. Mereka mulai berani menyuarakan aspirasi melalui demonstrasi, menuntut perubahan atas beban kehidupan dan kondisi masyarakat yang semakin sulit.
Sungguh miris, kesadaran politik Gen Z yang baru tumbuh justru mendapat respons represif. Aksi mereka dianggap anarkis dan diberi stigma negatif. Label anarkis sepertinya digunakan untuk mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya, yakni tuntutan masyarakat dan generasi muda terhadap kerusakan sistem ekonomi dan politik yang tengah berlangsung saat ini.
Adapun tindakan kekerasan aparat terhadap para demonstran justru memperparah keadaan dan membungkam suara mereka, bukan menyelesaikan masalah. Dengan menempatkan anak sebagai tersangka, sepertinya ada upaya untuk memadamkan semangat kritis generasi muda dan mencegah mereka menjadi agen perubahan yang sebenarnya bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.
Itulah kebobrokan sistem demokrasi kapitalisme. Suara yang dianggap mengganggu kepentingan penguasa, maka akan dijegal. Asas demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, namun fakta yang terjadi kebebasan itu bersyarat dan ruang itu menyempit jika suara itu mengusik kekuasaan. Karena itulah kapitalisme merupakan sistem rusak yang hanya tunduk pada akal manusia.
Generasi muda merupakan tonggak peradaban untuk melakukan perubahan pemikiran. Mereka adalah lentera peradaban yang akan membuat kebangkitan untuk kemajuan bangsa. Sejak masa Rasulullah ﷺ pemuda memiliki posisi yang sangat penting dalam setiap perjuangan. Dengan keberanian dan keteguhan hati merupakan fondasi tegaknya Islam di muka bumi.
Kesadaran politik yang mulai muncul di kalangan generasi muda seharusnya diarahkan menuju jalan perubahan kebangkitan yang benar. Dalam Islam melakukan amar makruf nahi mungkar, saling menasihati dalam kebaikan, dan mencegah dari segala hal kemaksiatan merupakan perbuatan yang diwajibkan termasuk untuk mengoreksi penguasa. Wallahualam bissawab.
Oleh: Farida Zahri
Muslimah Peduli Generasi
Views: 43










