Tinta Media – Moderasi beragama adalah buah dari negara kapitalis Barat yang sengaja dibawa ke negeri-negeri Muslim untuk menjauhkan umat Islam dari agama mereka. Dengan dalih untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pesantren dan lembaga pendidikan Islam, mereka menyebarkan virus pemikiran pada generasi Muslim agar jauh dari agama mereka. Islam hanya dipahami sebagai ritual keagamaan dan mengatur akhlak saja. Padahal, Islam tidak hanya agama, tetapi juga mabda yang mengatur seluruh aspek kehidupan .
Berislam harus kaffah dan itu adalah perintah Allah. Semua ada aturannya dalam Islam, mulai dari hal kecil, seperti makan minum, sistem pergaulan, sampai masalah ekonomi dan politik, semua diatur dalam Islam. Sungguh Allah telah memberikan contoh terbaik dalam diri Rasulullah mulai dari menjadi pemimpin dalam satu keluarga sampai sebuah negara. Beritibak pada Rasulullah harus kaffah, tidak boleh setengah-setengah atau hanya mengambil yang disukai saja.
Sungguh miris jika ada kerja sama dalam pendidikan Islam dengan negara yang ideologinya kapitalisme sekuler. Programnya tampak bagus di permukaan dengan memberi beasiswa ke santri dari pondok pesantren dan juga guru serta dosen dari lembaga pendidikan Islam untuk meningkatkan kemampuan dengan menempuh pendidikan di Amerika Serikat, tetapi secara bersamaan menanamkan pemikiran sesat moderasi beragama, sekularisme, dan kapitalisme demokrasi. Menjauhkan umat dari pemahaman Islam kaffah yang tidak hanya mengatur ruhiyah dan moral, tetapi juga sebagai pedoman hidup—ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan.
Penting untuk melindungi generasi dari virus pemikiran yang merusak pemahaman mereka dengan memberikan pendidikan Islam yang benar—sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah pada umatnya—bukan menyerahkan pada negara kafir Barat yang berideologi kapitalisme sekuler. Ajak mereka mengaji tentang Islam sejak usia dini sehingga terbentuklah pemahaman Islam yang benar dan berakar dari keimanan mereka.
Untuk menjaga pemahaman keislaman, generasi perlu didorong untuk bergabung dalam barisan dakwah. Sehingga, mereka bisa saling mengingatkan dan menguatkan untuk berislam secara kaffah. Bersama mereka bergerak di tengah umat untuk menyampaikan kebenaran Islam yang lurus dan mulia. Dengan berdakwah, pemahaman mereka semakin kuat dan tidak mudah goyah oleh pemikiran sesat dan menyesatkan. Mereka akan tumbuh menjadi generasi unggul yang memiliki karakter kuat dan berkepribadian Islam. Mereka diharapkan menjadi generasi pilihan yang mampu untuk memperjuangkan terwujudnya kejayaan Islam dan kehidupan islami dalam naungan Khilafah. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi
Sahabat Tinta Media
Views: 25








