Tinta Media – Kehidupan
sekarang ini telah banyak terjadi perubahan. Mulai dari aspek ekonomi,
pendidikan, kesehatan bahkan politik telah mengalami berbagai amandemen untuk
menuju suatu kehidupan yang gemilang di masa mendatang. Salah satunya dalam
dunia pendidikan.
Pendidikan
menjadi wadah penting untuk membentuk karakter generasi muda. Dengan harapan
mereka dapat menjadi generasi yang membawa perubahan gemilang sebagaimana
cita-cita bangsa Indonesia pada 2045. Keberagaman budaya, suku dan agama yang
ada ini menjadikan Indonesia memiliki ciri khas atau keunikan yang harus
dilestarikan dan dijaga. Walaupun dengan keberagaman ini tetap saja memiliki
potensi untuk terjadi suatu konflik.
Oleh
karena itu, Ibu Negara yaitu Iriana Joko Widodo (Jokowi) melakukan sosialisasi
tentang moderasi beragama sejak dini di madrasah yang ada di Balikpapan. Hal
ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak usia
dini. Sosialisasi ini difokuskan pada pengembangan sikap toleransi terhadap
keberagaman, saling menghormati, dan menghargai perbedaan yang ada, serta
meningkatkan pemahaman tentang agama Islam yang rahmatan lil ‘alamain
(Kompas.com 11/9/2024)
Dengan
keberagaman yang ada bukan berarti menormalisasikan setiap aktivitas kehidupan.
Fakta ini jelas terjadi pada generasi hari ini. Di tengah maraknya persoalan
remaja yang belum tuntas, kini muncul pengarusan moderasi beragama pada anak
sejak dini.
Moderasi
beragama yang diaruskan ini pada dasarnya ditujukan untuk membawa remaja pada
pemikiran yang jauh dari Islam. Selain itu, sosialisasi ini sengaja dilakukan
untuk menangkal radikalisme yang dianggap mengancam ideologi kapitalisme.
Sehingga, generasi segera disolusi dengan paham moderat dalam beragama yang
sejatinya dapat menjauhkan mereka dari kepribadian Islam.
Solusi
moderasi beragama yang diberikan negara tampak jelas bukan karena khawatir pada
kerusakan moral generasi, melainkan takut akan kebangkitan Islam. Rezim sedang
menjalankan tugasnya sebagai penjaga sistem yang diarahkan oleh Barat agar
tetap dibawah naungannya. Padahal, moderasi beragama ini jelas proyek Barat
yang mengaruskan pemikiran bertentangan dengan Islam seperti pluralisme,
pemikiran liberal, HAM, dan sebagainya.
Generasi
muda seharusnya menjadi agen Islam yang membawa Islam secara murni. Tidak
mencampurkan antara pemikiran Islam dengan pemikiran Barat. Kepribadian
generasi muslim harus tangguh, produktif, dan mampu membangun peradaban mulia
yang hanya bisa terwujudkan oleh negara Islam yakni Khilafah.
Dengan
demikian, negara akan senantiasa menjaga dan melakukan pembaruan kualitas
setiap insan dengan ideologi Islam melalui sistem pendidikan. Alhasil, terwujud
generasi beriman dengan mendakwahkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamain.
Wallahu’alam
bishawab!
![]()
Views: 7






