Represifnya Aparat Bukti Demokrasi Anti Kritik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Represifnya Aparat Bukti Demokrasi Anti Kritik

Tinta Media – Mahasiswa Universitas Bale Bandung Andi Andriana masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mata 
Cicendo kota Bandung, Jawa Barat hingga Sabtu 24/08/2024. Andi mengalami
luka berat di mata bagian kiri karena lemparan batu saat  berunjuk rasa menolak rancangan Undang Undang
Pilkada di depan kantor  DPRD Jabar Kamis
lalu. Tribunjabar.id

Umat unjuk rasa karena adanya pelanggaran yang di lakukan
oleh negara yang menjadi salah satu cara untuk mengingatkan pemerintah. Aparat
justru menyemprotkan  gas air mata dan melakukan
tindakan yang represif lainnya.

Semua ini sungguh paradoks negara demokrasi yang mengaku
berbasis secara rakyat tetapi nyatanya anti kritik dan represif kepada rakyat. Hal
ini menunjukkan sejatinya demokrasi tidak memberi  ruang akan adanya kritik  dan koreksi dari rakyat.

Lain halnya dengan sistem Islam yang tidak anti kritik,
karena penguasa menyadari bahwa tujuan dikoreksi  adalah menjaga kekuasaan agar tetap sesuai
tuntutan syariat, tidak berbelok atau melenceng sedikit pun.

Islam menjadikan amar makruf nahi munkar sebagai kewajiban
setiap individu kelompok dan masyarakat. Penguasa juga memahami tujuan adanya
koreksi yaitu tetap tegaknya aturan Allah di muka bumi. Sehingga terwujud
negara yang baldatun thayyibatun wa Robbun ghafur.

Wallahu a’lam bish shawwab.

Oleh: Ummu Nifa, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA