Kenaikan Harga, Fenomena Klasik Jelang Hari Raya

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sudah menjadi fenomena tahunan, menjelang hari raya besar
seperti Idulfitri dan Iduladha harga kebutuhan bahan pokok selalu mengalami
kenaikan.

Alasan klasik seperti permintaan yang meningkat sehingga
stok barang di pasaran terbatas menjadikan harga merangkak naik. Selain faktor
permintaan dan kelangkaan yang menjadi sebab kenaikan harga, faktor alam
seperti banjir atau kemarau juga kerap menjadi kambing hitam ihwal kenaikan
harga bahan pokok. Menyikapi kondisi ini pemerintah pun mengambil langkah untuk
menggelar operasi pasar menjelang Iduladha 2024. Untuk merealisasikan program
tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat
menganggarkan Rp 3,1 miliar. Anggaran tersebut rencananya akan dialokasikan untuk
menyubsidi paket sembako bagi masyarakat menjelang hari raya besar keagamaan,
mengingat setiap momentum hari raya sejumlah kebutuhan pokok masyarakat sering
mengalami tren kenaikan harga.

Menilik langkah pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga
yang terus berulang menjelang hari- hari besar, bisa dikatakan langkah tersebut
bukanlah solusi tuntas yang bisa menyelesaikan permasalahan kenaikan harga
bahan pokok. Hal ini dikarenakan pemerintah sendiri tidak melakukan
langkah-langkah antisipatif sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok
masyarakat. Negara dalam sistem kapitalisme tidak memosisikan diri sebagai
pengurus urusan rakyat, dalam sistem ini negara hanya berfungsi sebagai
regulator pembuat kebijakan yang tidak jarang sarat kepentingan para pemilik
modal. Oleh karena itu dalam sistem kapitalisme negara menyerahkan sepenuhnya
penetapan harga pada pasar sehingga akibatnya harga komoditas di pasaran dapat
dipermainkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Keadaan seperti ini tentu tidak akan terjadi dalam negara
yang menerapkan sistem  Islam. Negara
dalam Islam akan menjadikan Islam sebagai landasan dalam segala aspek
kehidupan. Termasuk dalam sistem ekonomi, negara akan menerapkan hukum syarak
terkait muamalah dan sistem perekonomian serta menjamin tidak adanya distorsi
pasar sehingga harga bahan pokok akan cenderung stabil. Disisi lain, negara
juga akan selalu memperhatikan kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu dan
berupaya untuk menjamin pemenuhannya dengan menjalankan berbagai mekanisme baik
secara preventif maupun kuratif.

Tinta sejarah telah mencatat bagaimana negara dalam sistem
Islam mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya dan memberikan keberkahan
untuk seluruh alam.

Wallahu’alam bishawab.

Oleh: Ummu Shakira, Sahabat Tinta Media 

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA