Tinta Media – “Nusantara Baru, Indonesia Maju” adalah tema yang
diangkat untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Berkaitan dengan perayaan itu,
Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS memperlihatkan
komitmen untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045 dengan 13 program
prioritas yang telah dijalankan, (liputan6.com,
Sabtu 17 Agustus 2024). Tema yang diangkat diharapkan menjadi simbol
bagi semangat baru untuk terus membangun khususnya di Kabupaten Bandung.
Kang DS bertekad untuk membangun kemandirian masyarakat dari
berbagai aspek, dan memastikan masa depan yang lebih baik untuk seluruh warga
Kabupaten Bandung. Salah satu program prioritas Kang DS adalah dengan
meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia khususnya bagi
generasi muda dan kaum millenial Kabupaten Bandung.
Semangat kemerdekaan di negeri ini memang tinggi. Dari
rakyat hingga istana terlihat dalam kemeriahan pesta rakyat dengan berbagai
acara yang beragam. Hingga dijadikan momentum yang mendorong untuk bekerja
keras dan cerdas dalam membangun bangsa. Tetapi kemeriahan pesta tak selaras
dengan kondisi riil rakyat. Lalu, benarkah kita sudah merdeka? Padahal tingkat
kemiskinan masih tinggi, anak putus
sekolah masih sangat banyak, harga berbagai barang kebutuhan mahal, biaya
pendidikan dan kesehatan tak terjangkau, hutang negara tinggi, SDA dikuasai
oligarki, dan masih banyak lagi fakta miris bagi negara yang katanya merdeka.
Sungguh sangat jauh dari makna merdeka yang hakiki.
Merdeka yang hakiki harus bisa menjadikan manusia yang
beriman kepada Allah semakin taat kepada Allah dan mengikatkan semua pola pikir
dan pola sikapnya kepada aturan Islam. Selain itu merdeka yang hakiki tidak
semata hanya bebas dari penjajahan fisik saja melainkan juga harus merdeka
segala hal dari tekanan pihak atau bangsa lain baik pemikiran maupun tingkah
laku.
Penderitaan yang dirasakan oleh rakyat ini seharusnya tidak
terjadi jika mereka di urus oleh kepemimpinan Islam. Karena sistem ini
benar-benar akan memerdekakan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia
menjadi penghambaan yang utuh kepada Allah SWT. Negara yang merdeka akan
memprioritaskan kesejahteraan negara dan rakyatnya tanpa tekanan dari bangsa
lain ataupun pihak tertentu. Sehingga kesejahteraan rakyat tidak akan
tergadaikan.
Negara Islam tegak di atas paradigma yang benar yaitu akidah
Islam dengan standar amal berupa hukum-hukum Islam yang diterapkan sebagai
sistem kehidupan. Seluruh aspek kehidupan sudah tersedia Aturannya di dalam
Islam. Dan syariat Islam menetapkan bahwa pemimpin umat (Khalifah) adalah
penjaga bagi seluruh rakyatnya. Semua tugas ini dipandang sebagai amanah besar
yang akan dimintai pertanggung jawaban. Bukan hanya atas umat secara komunal,
tetapi atas mereka secara individual.
Sudah saatnya umat kembali ke pangkuan sistem kepemimpinan
Islam dan segera mencampakkan sistem yang jelas-jelas memberikan banyak
kemudaratan. Hanya saja, tentu dibutuhkan proses penyadaran di tengah umat
tentang pentingnya dan kewajiban menerapkan syariat Islam sekaligus memahamkan
bahwa hal itu sejatinya merupakan konsekuensi dari keimanan dan keislaman.
Sehingga kemerdekaan yang hakiki dengan negeri yang sejahtera dan mandiri bisa
dicapai. Maka Indonesia Emas 2045 bukan sekedar semangat peringatan kemerdekaan
saja tapi sebuah keniscayaan terwujudnya SDM yang unggul dalam berbagai bidang
serta SDA yang melimpah untuk menyejahterakan seluruh rakyat. Bebas dari
berbagai bentuk penjajahan fisik maupun pemikiran.
Wallahu a’lam bish shawwab.
Oleh: Lala Komala, Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 9












