Hanya dengan Jihad dan Khilafah Palestina Bisa Merdeka

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Setelah 15 bulan terjadi genosida di Palestina, pihak Hamas dan Israel meresmikan gencatan senjata pada tanggal 19 Januari. Setelah begitu banyak insfraktuktur yang dihancurkan, nyawa-nyawa yang dihilangkan, raga-raga yang ditahan, kegembiraan pun hadir pada semua warga Gaza. Namun kegembiraan itu memudar sebab rumah yang mereka rindukan sudah diluluhlantakkan.

Genjatan senjata yang diresmikan ini tak lain dikarenakan Zionis sudah tak mampu mematahkan keteguhan masyarakat Gaza, bukan karena tekanan Trump kepada Netanyahu. Masyarakat gaza dengan keimanan, ketegaran, beserta kesabarannyalah yang membuat Zionis kuwalahan dan akhirnya mundur.

Pengkhianatan Nyata

Dikutip dari cnbcindonesia.com (17/01/2025), serangan terbaru Israel sebelum diresmikan gencatan senjata makin gencar membombardir Gaza dan menewaskan puluhan orang. Militer Israel pun menyatakan telah menyerang 50 target di seluruh wilayah itu selama 24 jam. Serangan Israel semenjak Oktober yang dianggap genosida itu telah menewaskan 46.788 orang.

Gencatan senjata artinya kita berdamai dengan Zionis Yahudi, sama saja dengan mengakui eksistensi penjajah yang telah merampas tanah kaum muslimin. Ini bukanlah gencatan senjata pertama yang dilakukan antara Palestina-Israel dan tidak ada kebaikan di dalamnya.

Negara Zionis berdiri di atas tanah rampasan milik kaum muslimin karena wilayah itu sudah dibebaskan kaum muslimin pada masa Khalifah Umar bin al-Khattab. Sejak itu, Palestina telah menjadi negeri Islam dan menjadi milik kaum muslimin hingga hari Kiamat. Lebih-lebih, Masjid al-Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam dan keutamaan lainnya berdiri di tanah Palestina.

Jihad dan Khilafah

Gencatan senjata ini tidak mengubah apa pun. Sudah tak terhitung berapa banyak perundingan damai yang dilakukan. Namun, tetap saja mereka merangsek masuk ke tanah Palestina. Sesungguhnya, bukan perdamaian yang mereka inginkan, tetapi terwujudnya negara Israel Raya. Seharusnya, hubungan antara negeri Islam dengan Israel adalah hubungan perang, bukan berdamai atau berunding, karena Zionis Israel adalah entitas penjajah.

Dengan ini, yang logis dan praktisnya adalah mengirimkan tentara kaum muslimin untuk mengusir mereka. Jumlah tentara kaum muslimin saat ini lebih dari cukup untuk melawan entitas penjajah. Secara syar’i, mengirimkan tentara merupakan bagian dari perintah Allah SWT.

Dalam Islam, kaum muslimin diperintah untuk memerangi mereka. Ada dua alasan. Pertama, Yahudi terbukti memerangi kaum muslimin. Terhadap siapa pun yang memerangi kaum muslimin, Islam mewajibkan untuk memerangi mereka.

Dalam Al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 190 disebutkan: “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.

Menurut para ulama, hukum jihad ketika kaum kafir menyerang kaum muslimin adalah fardhu ‘ain.

Kedua, selain memerangi kaum muslimin, mereka juga mengusir kaum muslimin serta merampas, menduduki, dan menjajah negeri muslim. Dengan tindakan tersebut, sangat jelas apa yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

“Dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu.” (TQS al-Baqarah: 191).

Penderitaan penduduk Palestina tidak akan bisa diselesaikan oleh PBB, Liga Arab, maupun OKI. Juga tidak ada pemimpin dunia Islam yang punya itikad untuk membantu membebaskan Gaza dikarenakan nasionalisme yang telah menghilangkan kepedulian terhadap sesama kaum muslimin yang tumbuh karena ikatan akidah Islam.

Persoalan Gaza tidak akan selesai dikarenakan umat Islam tidak melaksanakan perintah Allah SWT.

الا تفعلوه تكن فتنة في الارض و فساد كبير

Jika kalian tidak melaksanakan perintah Allah (untuk saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.” (TQS al-Anfal [8]:73).

Ummat Islam adalah umat yang satu. Sehingga, ketika ada di antara mereka yang diserang dan diperangi, wajib atas kaum muslimin lainnya memerangi balik. Inilah arti penting adanya Khilafah yang menyatakan umat Islam, menerapkan Islam secara kaffah, dan melindungi seluruh kaum Muslim. Hanya Khilafah yang bisa diharapkan untuk membebaskan Palestina dari entitas Yahudi dengan jihad. Wallaahu a’lam bi ash-shawaab.

 

 

 

Oleh: Rihadatul Aisy S

Aktivis Dakwah Gen-Z, Agen Perubahan

Loading

Views: 24

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA