Seruan Haji Disambut dengan Ketaatan Besar Namun Perintah Allah yang Lain Tidak, MR Kurnia: Mengherankan!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan muslim Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia mengungkapkan keheranannya terhadap umat Islam ketika menyambut perintah Allah yang lain tidak sebesar ketaatan saat menyambut seruan ibadah haji.

“Saat menyambut seruan ibadah haji, sambutan umat Islam
begitu besar. Namun kepada perintah Allah yang lain sambutan ketaatannya tidak
sebesar sambutan perintah haji. Ini mengherankan,” ungkapnya dalam Bincang
Spesial Idul Adha: Keimanan, Ketaatan, dan Perjuangan di kanal Youtube UIY
Official, Ahad (16/6/2024) 

Sikap seperti itu, lanjutnya, menimbulkan pertanyaan mengapa
kepada perintah Allah yang sama, Sang Pencipta, tetapi dibeda-bedakan. Ia
melihat umat Islam demikian serius menyiapkan ibadah haji sampai rela menabung,
antri belasan tahun, bahkan rela berdesakkan dengan ribuan jamaah lainnya.

“Seruan ibadah haji diupayakan dengan ketaatan penuh
kesadaran.  Tapi ketika ada perintah
untuk salat, zakat, puasa berdakwah menyatukan umat,  menerapkan Islam Kafah dan lainnya, kenapa
ketaatan dengan penuh kesadaran itu tidak muncul?” ujarnya retoris.

  

Ustadz Rahmat mengurai hal itu sebagai sebuah koreksi bagi
diri kita dan kepada umat Islam secara keseluruhan.

“Jangan-jangan kita itu termasuk orang yang memilah-milih
ketaatan sesuai dengan hawa nafsu. Nauzubillah summa naudubillah. Padahal
perintah taat itu kan dalam seluruh aspek kehidupan, bukan hanya dalam haji,”
ulasnya.

Ia menandaskan bahwa realitas ini memang menunjukkan ada
upaya untuk membuat umat Islam taat hanya dalam hal-hal tertentu saja.

“Kalau dalam masalah spiritual taat, tapi kalau dalam
masalah pendidikan nanti dulu. Dalam masalah salat taat, dalam masalah politik
tinggalkan Islam. Nah ada upaya seperti itu. Itulah paham sekularisme atau
paham yang fasluddin anil hayati waddaulah yaitu paham yang memisahkan agama
yakni Islam dari kehidupan masyarakat dan negara,” bebernya.

Sekularisme dalam pandangannya mempunyai bahaya besar
terhadap akidah dan aturan hidup. Jika sekularisme memisahkan agama dengan
kehidupan, akidah Islam justru mengharuskan agama mengatur kehidupan.

 

“Kita diperintahkan untuk terikat dengan Islam secara
keseluruhan, bukan hanya di dalam masalah haji, bukan hanya dalam masalah
salat, bukan hanya di dalam masalah lain, tapi juga di dalam masalah mengatur
negara itu harus berdasarkan Islam. Jadi bahayanya itu adalah karena ini bisa
mengikis sedikit demi sedikit umat Islam itu jauh dari akidahnya,”
pungkasnya.[] Erlina

Loading

Views: 14

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA