Tinta Media – Dilansir dari DetikNews (22/11/2024), Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menyebut tiga polda terbanyak yang mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yakni Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kepulauan Riau. Wahyu, Mabes Polri Jaksel. November lalu saja Polda Kalbar telah mengungkap 23 kasus TPPO dalam sebulan, angka tersebut menunjukkan yang baru terungkap, belum lagi kasus-kasus serupa yang masih tersembunyi.
Dan yang parahnya lagi mengapa hal ini terus berulang seakan-akan tidak ada ujungnya?. Mengingat kriminalitas ini berkaitan erat dengan fitrah hidup manusia dan pihak yang paling bertanggung jawab yakni pemerintah pun sudah menyusun sejumlah regulasi sebagai upaya pencegahan kasus TPPO. Salah satunya rencana aksi nasional, sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TPPO, bahkan ada payung hukumnya tersendiri untuk menuntaskan kasus ini. Akan tetapi semua upaya belum mampu mereduksi, bahkan malah makin marak.
Masyarakat seharusnya mampu mengindera hadirnya para pelaku perdagangan orang berkedok agen penyalur tenaga kerja atau lain semacamnya. Pencari kerja pun seharusnya tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan ke luar negeri. Tapi sayangnya pemahaman seperti ini tidak semua dipahami masyarakat. Di samping itu, minimnya edukasi sehingga aksi para pelaku dengan mengiming-imingi para korban dan menjanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kasus TPPO ini terus muncul. Di sisi lain, himpitan kemiskinan di masyarakat juga kerap membuat sebagian orang berpikir pendek. Prinsip mereka, hal terpenting adalah mendapat pekerjaan, apa pun itu. Apalagi saat ini mencari pekerjaan benar-benar sulit. Pekerjaan haram saja susah apalagi yang halal.
Inilah sederet fakta berapa semerawutnya negri ini. Terutama untuk keluar dari kemiskinan, masyarakat harus berusaha untuk mencari pekerjaan. Negara yang menggantungkan putaran perekonomian pada investasi jelas akan sulit menciptakan lapangan kerja. Bahkan, efek dalam sistem ekonomi kapitalisme adalah gambaran betapa negara bergantung pada korporasi dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Miris, kehidupan ala ekonomi kapitalisme ini membuka celah bisnis gelap seperti perdagangan orang. Bagaimana mau selesai, Di sisi lain pemerintah selalu mengeluarkan sederet upaya pragmatis untuk mengatasi tindak kriminal ini, namun terus ada celah untuk orang-orang melakukan tindakan kriminal. Sungguh hidup di sistem kapitalis akan selalu menyengsarakan. Ditambah lagi asas nya yang sekuler semakin membuat pemikiran masyarakat tertutup akan aturan Allah. Tidak kenal lagi dengan halal haram, lemahnya pemahaman masyarakat ini juga membuka peluang selebar-lebarnya kepada penjahat untuk membodohi setiap korban.
Memang solusi yang benar hanyalah kembali kepada kehidupan Islam. Islam akan mengatur sesuai dengan aturan yang benar dan memberikan sanksi dengan sanksi yang sesuai juga. Islam akan mengatur dan menaikkan taraf berfikir manusia agar tidak mudah dibodohi dan tidak mudah masuk ke perangkap kejahatan.
Oleh: Hafidzah
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 10
















