FDMPB: Terpilihnya Pemimpin Negeri dari Sistem Sekuler Jadi Peristiwa Terburuk Sepanjang 2024

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa ( FDMPB) Dr. Ahmad Sastra menilai terpilihnya pemimpin negeri ini yang lahir dari sistem demokrasi sekuler menjadi peristiwa perpolitikan dalam negeri yang paling buruk di tahun 2024.

“Di tahun 2024 peristiwa perpolitikan dalam negeri yang paling buruk menimpa umat Islam adalah terpilihnya pemimpin negeri ini yang lahir dari sistem demokrasi sekuler,” ujarnya kepada Tinta Media dalam wawancara kaleidoskop 2024, Jumat (27/12/2024).

Menurutnya, pemimpin yang lahir dari sistem demokrasi sekuler adalah pemimpin yang justru akan menolak sistem Islam untuk diterapkan di negeri ini. “Menolak sistem hukum Islam akan melahirkan berbagai masalah bagi negeri ini,” ujarnya.

Ahmad mengungkap banyak indikator di tahun 2024 ini yang pada akhirnya menyusahkan umat Islam dan bangsa ini.

Pertama, kenaikan PPN 12 persen di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian terpuruk akibat PHK. Pajak dipungut justru dari orang miskin, sementara oligarki justru diampuni. Pajak jelasnya, adalah salah satu mekanisme ekonomi dalam sistem kapitalisme, selain utang. Sementara dalam sistem Islam tidak ada pajak.

“Tahun baru 2025 akan menjadi malapetaka bagi umat Islam dan bangsa ini karena mereka akan sangat terbebani hidupnya akibat kenaikan PPN 12 persen ini,” ujarnya.

Kedua, dikuasainya sumber daya alam milik rakyat oleh penjajah asing dan aseng dengan berbagai mekanisme seperti privatisasi dan investasi.

“Kepemilikan individu dalam sistem kapitalisme menurutnya, bertentangan dengan sistem kepemilikan dalam Islam. Akibat penerapan kapitalisme dalam kepemilikan sumber daya alam. Inilah yang kini menyebabkan kemiskinan akut dan keterjajahan,” tegasnya.

Akar Masalah

Ahmad menegaskan, akar masalah dari segala bentuk masalah yang menimpa umat Islam adalah penerapan ideologi kapitalisme sekuler dengan sistem demokrasi.

“Sekularisme menjadikan agama Islam terpisah dari kehidupan berbangsa dan bernegara seperti urusan pendidikan, ekonomi, budaya, hukum dan politik,” sambungnya.

Jika umat Islam dipisahkan kehidupannya dari agamanya bebernya, maka yang akan lahir adalah sebuah kesempitan hidup.

“Negeri ini selamanya akan mengalami kesempitan hidup karena mengabaikan perintah dan hukum Allah, yakni hukum syariah Islam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Ahmad, penting diketahui oleh bangsa ini bahwa akar masalah negeri ini, selain manusianya yang rakus akan duniawi, juga adalah penerapan sistem rusak yang dijadikan sebagai landasan perundang-undangan bagi bangsa ini.

“Sistem adalah seperangkat aturan yang akan mengarahkan perilaku manusia. Sistem yang baik akan mengarahkan perilaku manusia menjadi baik. Sistem baik adalah sistem aturan yang datangnya dari Tuhan Yang Maha Baik dan Maha Adil,” ulasnya.

Solusi

Oleh sebab itu sebut Ahmad, solusi tuntas bagi bangsa ini adalah hijrah sistemik dari sistem kapitalisme demokrasi sekuler menuju sistem Islam.

Bangsa ini mayoritas Muslim lanjutnya, semestinya betul-betul taat kepada perintah Allah secara kaffah atau secara totalitas.

“Bangsa ini harus bertakwa dengan sebenar-benar takwa dari urusan individu hingga urusan bangsa dan negara ini. Artinya aturan yang diterapkan di negeri ini harus mencerminkan ketakwaan, bukan kepentingan duniawi,” tekannya.

Ia menilai penerapan hukum Allah di negeri ini adalah refleksi dari ketakwaan.

Terakhir Ahmad menutup dengan menyebutkan tiga ayat berikut semoga menjadi renungan ideologis bagi bangsa ini :

Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim”

Allah berfirman : Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”

Allah berfirman : Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.[] Muhammad Nur

Loading

Views: 6

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA