Tinta Media – Influencer Dakwah Aab El Karimi menyayangkan kaum Muslimin yang lebih hafal wafatnya Paus daripada waktu khilafah runtuh.
“Kita, kaum muslimin, tapi kita lupa siapa yang terakhir memimpin umat ini? Kita tak tahu kapan khilafah jatuh?” ujarnya dalam unggahan video Di Mana Khalifah? Di kanal YouTube Khilafah News, Sabtu (26/4/2025).
Bahkan, kata Aab, umat Islam tak pernah mengenang dan memperingatinya. “Sama sekali tak pernah kita tangisi. 1924. Padahal baru kemarin. Tapi sudah kita kubur dalam-dalam seolah aib,” sesalnya.
Menurut Aab, umat ini 2 miliar terbesar di dunia tapi saat bicara tentang menyatu, umat Islam justru bertanya, “Masih layak enggak sih?” Itu kan utopia,” ujarnya retoris.
Menurutnya, umat Islam seolah seperti gajah kuat yang tak bisa lepas hanya karena rantai kecil. “Pikiran kita tak bisa menembus dan membayangkan karena terpenjara realitas intersubjektif dari garis-garis imajiner yang terbangun,” sambungnya.
Ironis, sesalnya, yang menggugat justru orang-orang pintarnya, orang-orang alim yang menguasai teks dan dalil yang katanya cinta tapi sibuk menyoal tafsir menggugat sejarahnya sendiri.
“Katanya harus direinterpretasi, katanya, belum waktunya, sementara terhadap demokrasi yang jelas lahir dari Yunani yang dibungkus rapi dalam istilah negara bangsa republik, hak asasi, kebebasan,” jelasnya.
“Umat Islam tak pernah bertanya berapa nyawa yang telah dibayar demi menjaga ilusi itu (demokrasi),” ungkapnya.
Perang dunia pertama, ada 20 juta jiwa meninggal. Perang dunia kedua 70 juta nyawa melayang. Perang demi demokrasi di Irak, di Suriah, di Libya, di Yaman, ratusan ribu korban. “Dan hari ini di Gaza ada lebih dari 50.000 syahid, dihabisi dengan restu sistem yang menjunjung nilai kemanusiaan,” tutupnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 35
















