Khilafah, Solusi Hakiki untuk Pembebasan Palestina

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dilansir dari Antaranews.com (31/12/2025), jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2024 telah mencapai 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya mengalami luka-luka. Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa selama 48 jam terakhir, tiga korban tewas dibawa ke rumah sakit Gaza, termasuk dua jasad yang dievakuasi dari reruntuhan, serta 10 korban luka. Sejumlah korban masih tertimbun puing-puing dan tergeletak di jalan-jalan karena tim ambulans dan pertahanan sipil belum dapat menjangkau mereka. Menurut sumber, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober, sedikitnya 415 warga Palestina tewas dan 1.152 terluka, dengan temuan 682 jasad.

 

Selain itu, Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengutuk keputusan sewenang-wenang Israel untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya Jalur Gaza. Melalui pernyataannya, Kemlu menolak alasan Israel atas pemberlakuan larangan tersebut dan menegaskan bahwa organisasi-organisasi ini memberikan dukungan kemanusiaan, layanan kesehatan, serta bantuan lingkungan yang sangat penting bagi warga Palestina, terutama di Gaza. Hal ini terjadi di tengah agresi Israel, praktik taktik kelaparan, dan serangan terhadap kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat. Lebih lanjut, Kemlu mendesak komunitas internasional dan PBB untuk menolak keputusan Israel tersebut serta mengambil langkah tegas guna melindungi tugas kemanusiaan, menjaga kebebasan sipil di Palestina, serta melindungi operasi masyarakat sipil nasional dan internasional.

 

Penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama negara Israel menampakkan eksistensinya, baik kejahatannya diakui maupun tidak oleh dunia. Eksistensi ini telah melahirkan penindasan serta kekejaman yang bersifat struktural dan sistematis. Apalagi dengan adanya negara adidaya Amerika Serikat yang menjadi pendukung terbesar Israel.

 

Oleh karena itu, meskipun keberadaan Israel di tanah Palestina adalah ilegal, mereka tetap bisa berlaku sewenang-wenang. Penjajahan yang dilakukan Israel akan terus berlanjut demi mewujudkan cita-cita mereka mendirikan Israel Raya serta menguasai politik dan ekonomi dunia, walaupun harus ditempuh dengan berbagai cara. Beragam upaya terus dilakukan, baik melalui kekuatan militer, tekanan diplomatis, maupun penguasaan sumber-sumber strategis yang berdampak langsung kepada rakyat Palestina.

 

Maka tidak heran jika Zionis bertindak sewenang-wenang dengan memutus akses lembaga internasional yang ingin membantu Palestina. Sebab, di mata Zionis, semua tindakan itu dianggap sah untuk dilakukan. Karena itu, membiarkan negara Israel tetap eksis sama saja dengan membiarkan Palestina menderita selamanya. Mengutuk dan memohon kebaikan Israel agar membuka bantuan kemanusiaan tidaklah cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina. Apalagi berbagai solusi yang ditawarkan Amerika Serikat justru akan memosisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang semakin dalam. Sebagai contoh, solusi dua negara jelas menguntungkan Zionis, ataupun solusi garis kuning berupa penarikan mundur pasukan beberapa waktu lalu yang juga semakin membuat rakyat Palestina menderita. Ditambah lagi dengan adanya pengkhianatan para penguasa di negeri-negeri muslim, di mana mereka tunduk dan takut terhadap kekuatan global sehingga abai terhadap amanah kepemimpinannya.

 

Sikap ini jelas melemahkan posisi umat Islam di kancah internasional, padahal Allah Swt. telah mewajibkan jihad untuk menghilangkan penjajahan sebagaimana dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 190. Hanya saja, jihad yang dibutuhkan untuk melenyapkan Zionis dan keangkuhan negara adidaya Amerika Serikat adalah dengan membangun kekuatan politik Islam secara penuh, yakni dengan mendirikan negara adidaya Islam berupa Khilafah.

 

Khilafah merupakan _junnah_ atau pelindung bagi umat Islam. Sejarah mencatat bahwa di bawah naungan Khilafah, umat Islam memiliki kekuatan politik, ekonomi, dan militer yang mampu melindungi rakyat serta mengusir para penjajah. Oleh karena itu, kesadaran kaum muslimin untuk bangkit dan bersatu dalam naungan Khilafah harus terus dikobarkan. Terlebih lagi, tanah Palestina adalah tanah kharajiyyah milik kaum muslimin.

 

Dengan persatuan, umat Islam akan mampu mengakhiri penjajahan Zionis dan mengembalikan martabat umat Islam. Dengan demikian, upaya menegakkan Khilafah Islamiah di tengah umat dan di dunia internasional harus terus diperjuangkan. Perjuangan ini akan berhasil apabila umat Islam bersatu dalam jamaah dakwah ideologis sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah saw. Wallahualam bissawab.

 

Oleh: Ummu Nazwa,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 13

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA