Tinta Media – Memprihatinkan, fenomena kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) makin marak di tanah air. Caranya pun kian beragam. Ada peserta yang menggunakan kamera yang dipasang di behel (kawat gigi), kuku, ikat pinggang, bahkan kancing tanpa terdeteksi oleh metal detector. Ada juga yang memasang HP di sepatu dan baju. Bahkan, ada komputer peserta yang dihubungkan ke jaringan eksternal yang disembunyikan di kardus printer.
Hasil dari Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan Nasional 2024 menunjukkan masih tingginya praktik ketidakjujuran di dunia pendidikan. Salah satu temuan utamanya adalah praktik mencontek serta plagiarisme yang masih banyak terjadi di sekolah dan kampus.
Sebagai negeri dengan mayoritas muslim, kita patut bertanya, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Padahal, pemerintah sudah melakukan upaya perbaikan integritas. Lantas, mengapa kecurangan justru menjadi makin marak dan bervariasi?
Meski penduduknya mayoritas muslim, negeri ini hidup dalam sistem liberal. Salah satu dampaknya ialah pemanfaatan teknologi yang tidak tepat, yaitu dipakai untuk berbuat curang. Pemanfaatan teknologi untuk mengakali tes UTBK ini menggambarkan buruknya akhlak calon mahasiswa. Hal ini juga mengukuhkan bukti gagalnya sistem pendidikan dalam mewujudkan generasi berintegritas dan berkepribadian Islam, serta memiliki keahlian yang mumpuni. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa para pelajar telah berorientasi pada hasil, sehingga abai pada halal dan haram.
Ini tak lain adalah buah dari sistem kapitalisme, yang menjadikan ukuran keberhasilan maupun kebahagiaan berorientasi pada hasil atau materi semata.
Islam dengan jelas menjadikan keridaan Allah sebagai ukuran kebahagiaan. Negara Islam akan menjaga agar setiap individu senantiasa terikat dengan aturan Allah. Sistem pendidikan Islam yang berasaskan akidah Islam akan mencetak generasi unggul berkepribadian Islam, terikat pada syariat Allah, memiliki keterampilan yang andal, dan menjadi agen perubahan.
Dengan kepribadian Islam yang kuat, kemajuan teknologi pun akan dimanfaatkan sesuai dengan tuntunan Allah dan untuk meninggikan kalimat Allah.
Oleh: Putri Andika,
Sahabat Tinta Media
Views: 23
















