Orientasi Pendidikan: Melayani Industri, Bukan Kualitas SDM

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pemerintah Indonesia memiliki wacana untuk menghapus jurusan perkuliahan yang dianggap tidak sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi. Namun, tentu saja wacana tersebut memunculkan pro dan kontra. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, mengkritik adanya wacana penutupan prodi (program studi) yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Menurutnya, kebijakan tersebut terlalu menyederhanakan fungsi pendidikan tinggi yang hakikatnya tidak semata-mata mengarah pada pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.

Beliau menegaskan bahwa tidak ada disiplin ilmu yang kehilangan relevansi hingga layak dihentikan. Ada mandat yang jauh lebih dalam dalam pendidikan tinggi, bukan sekadar mencetak lulusan demi profesi tertentu. Terlalu naif jika memandang pendidikan hanya dikaitkan dengan pekerjaan. Demikian penegasan Nazaruddin usai upacara Hardiknas, 2/5/2026.

Orientasi pendidikan dewasa ini hanya mengarah pada keuntungan industri, bukan lagi pada pembangunan sumber daya manusia, membentuk insan kamil yang jujur, serta mencetak manusia yang adil dan bijaksana. Menjadi pertanyaan besar, jika pendidikan terus dijerat oleh sistem sekuler kapitalis, akankah mampu melahirkan generasi tangguh? Faktanya, produk pendidikan lebih difokuskan agar memiliki mental pekerja, bukan mental pembuka lapangan pekerjaan. Akibatnya, ketika lulus sarjana, banyak yang kesulitan mencari pekerjaan. Pada akhirnya, tidak sedikit sarjana yang mengalami stres karena memiliki mental pekerja, bukan mental pengusaha.

Konsep Islam tentang pendidikan atau menuntut ilmu adalah wajib. Bukan hanya ilmu agama, tetapi ilmu duniawi pun wajib dipelajari agar manusia memahami hikmah dan manfaat kehidupan dunia yang Allah ciptakan secara sempurna dengan segala kemaslahatan-Nya.

Negara harus bertanggung jawab penuh terhadap urusan rakyat dan seharusnya memahami dengan baik apa yang dibutuhkan rakyat. Negara harus melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat dengan langkah nyata. Dalam aturan Islam, tugas pokok negara adalah melayani seluruh rakyatnya.

Pembinaan sumber daya manusia sangat perlu diperhatikan agar mampu mencetak generasi bangsa yang unggul, diawali dengan pendidikan yang islami. Sebab, aturan Islam yang kafah mampu membentuk insan kamil (manusia paripurna) yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Wallahu a’lam bish-shawab.

Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 25

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA