UIY: Hijrah Nabi Menunjukkan Perubahan dan Persatuan Umat Butuh Institusi Penegak Syariat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menyatakan, hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah  menunjukkan bahwa perubahan dan persatuan umat Islam membutuhkan institusi penegak syariat.

 

“Hijrah menunjukkan bahwa perubahan hakiki dan persatuan umat tak cukup hanya dengan keshalihan pribadi, melainkan membutuhkan institusi umat yang menegakkan syariat secara keseluruhan (kaffah),” ujarnya dalam acara Islamic Collaboration Forum (ICF) bertajuk “Dialog Muharram 1447 H: Hijrah, Merajut Ukhuwah, Merangkai Peradaban Islam Kaffah” di kanal YouTube One Ummah TV, Sabtu (28/6/2025).

 

Berbicara perubahan, UIY menilai, umat Islam seharusnya bersatu karena memiliki fondasi yang sama.

 

“Tuhan kita sama Allah SWT. Aturan juga aturan yang sama, aturan syariat Allah dengan tujuan hidup yang sama yaitu beribadah kepada Allah dengan menegakkan din-Nya di bumi Allah ini,” tegasnya.

 

Merujuk surat Al-Anbiya ayat 92, UIY pun menyampaikan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan (umatan wahidah) yang disatukan oleh akidah yang sama.

 

Oleh karena itu, menurutnya, makna hijrah pada konteks saat ini harus menginspirasi umat untuk memperjuangkan persatuan di bawah institusi politik Islam yang menyeluruh.

 

“Dalam konteks hari ini, hijrah berarti menginspirasi kita untuk memperjuangkan persatuan umat di bawah satu kepemimpinan global itu, yaitu al-Khilafah,” ujarnya.

 

UIY lanjut mengungkapkan, hanya Khilafah yang mampu melepaskan umat dari berbagai belenggu warisan penjajahan. Hanya dengan institusi ini umat Islam dapat keluar dari cengkeraman sekat-sekat nasionalisme yang diciptakan secara imajiner oleh penjajah.

 

“Terbebas dari konflik sektarian dan dominasi serta hegemoni asing yang terus menerus memecah belah kita umat yang satu ini.” tambahnya.

 

UIY menyimpulkan, khilafah menjadi manifestasi dari hijrah yang utuh, bukan sekadar perpindahan tempat tapi perubahan sistemik menuju kehidupan Islam yang kaffah.” terangnya.

 

Karena itu, ia mengajak umat, menjadikan hijrah sebagai momentum meninggalkan sistem buatan manusia menuju tatanan Islam yang mempersatukan dan meninggikan derajat umat.

 

“Mari jadikan hijrah ini bukan sekadar ritual historis, tapi seruan nyata untuk meninggalkan sistem jahiliyah, sistem buatan manusia, dan berhijrah menuju tatanan Islam yang mempersatukan, melindungi, dan mengangkat derajat umat ini, yang dicontohkan dengan sangat luar biasa oleh Baginda Rasulullah SAW dan para sahabat,” pungkasnya.[] Muhar

 

Views: 56

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA