Tinta Media – Dalam diri Gen Z ada potensi untuk melakukan perubahan. Terbukti, setiap tuntutan perubahan selalu dipelopori para mahasiswa dan pelajar. Mereka mampu melihat kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat karena kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Kekayaan negara hanya dikuasai segelintir orang, pejabat, dan oligarki. Mereka bergaya hidup mewah, sementara rakyat hidup dalam kemiskinan. Sayangnya, perubahan yang dilakukan Gen Z tidak menyentuh akar permasalahan dan solusi yang mendasar sehingga masalah berulang dari generasi ke generasi.
Perubahan hakiki didapati ketika mereka beritibak kepada Rasullulah secara kafah. Hal ini dimulai dari memberangus virus sekuler kapitalisme dari pola pikir dan pola sikap sehingga mereka mampu melakukan perubahan yang fundamental, bukan perubahan semu dengan mencukupkan ganti rezim yang sedang berkuasa.
Selama ini, rezim pengganti sama saja. Pencitraan dilakukan untuk mengambil hati rakyat, tetapi tidak sesuai fakta. Kebohongan dianggap biasa untuk mendapatkan kursi kekuasaan. Namun, saat kekuasaan sudah dalam genggaman, wajah aslinya mulai nampak, yaitu tega terhadap rakyat. Hal ini terlihat dari kebijakan yang diambil tidak berpihak pada rakyat.
Jika ingin perubahan hakiki, maka harus berani mengganti sistem yang rusak dengan sistem terbaik yang dicontohkan Rasullulah. Itibak pada Rasullulah tidak hanya pada masalah ruhiyah atau ritual keagamaan saja, namun mengikuti seluruh aspek kehidupan. Semua problematika ada tuntunannya dan solusinya dalam Islam, mulai dari masalah ekonomi sampai politik.
Gen Z harus dibekali dengan pemahaman Islam kafah agar mampu berpikir yang benar untuk menjadi agen perubahan. Pembekalan dengan metode dakwah sesuai wasilah Rasulullah agar memiliki pemahaman yang benar. Kobaran semangat yang menyala-nyala diharapkan mampu mebawa perubahan hakiki. Luruskan niat, berjuang untuk membela kebenaran bukan kepentingan. Wallahualam bissawab.
Oleh: Mochamad Efendi,
Sahabat Tinta Media
Views: 30
















