Gaza Makin Menderita, Persatuan Umat Sangat Dibutuhkan

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sepuluh anak di Gaza tewas oleh serangan Israel saat sedang mengantre di luar posko layanan kesehatan. Samah al-Nouri menghibur putranya setelah putrinya terbunuh oleh serangan Israel di dekat pusat medis di Deir al-Balah. Berita tersebut terjadi pada Kamis (10/7/2025).

Serangan tersebut mengarah pada sekelompok keluarga yang sedang mengantre untuk mendapatkan makanan bergizi dan layanan kesehatan di pos medis di Deir al-Balah. Buntut peristiwa tersebut, organisasi kemanusiaan Project Hope menyatakan bahwa kegiatan di klinik sementara dihentikan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Project Hope diketahui sebagai organisasi yang mengelola klinik tersebut.

Sebuah saksi mata dari Mohammed Abu Ouda (35) menyatakan bahwa beliau melihat ada seorang ibu yang sedang memeluk anaknya yang menjadi korban dalam serangan Israel tersebut.

Menurut kementerian kesehatan Palestina, serangan Israel menjatuhkan hampir 67 orang lainnya yang berada di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir dan sebanyak 15 orang dalam lima serangan terpisah di kota Gaza. Militer Israel juga mengklaim bahwa mereka juga sudah menewaskan pejuang Palestina yang ikut dalam serangan yang dipimpin oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Ada laporan bahwa banyak warga sipil yang terluka dari kejadian tersebut sedang ditinjau.

Serangan itu terjadi saat masih ada negoisasi yang masih berlangsung, yaitu gencatan senjata selama 60 hari. Presiden AS Donal Trump menyatakan bahwa hal tersebut akan terjadi pada Minggu ini atau Minggu depan. Israel menuntut agar dilanjutkan lagi aktivitas militernya di Gaza, dan Hamas menginginkan agar penyerangannya dihentikan.

Anak-anak Gaza menangis di pelukan sang ibu karena masa kecilnya terenggut dan tidak seindah kehidupan anak-anak pada umumnya. Sang ibu harus terus merasakan derita akibat ditinggalkan oleh anak-anak dan keluarga lainnya. Lalu, di mana rasa kemanusiaan mereka yang terus menyerang?Apakah mereka tidak takut akan azab Allah?

Di satu sisi, sekumpulan keluarga di Gaza khawatir jika keluar mereka akan diserang, tapi di sisi lain mereka membutuhkan makanan dan kesehatan akibat perlakuan Israel selama ini. Namun, dengan seenaknya Israel menyerang mereka saat sedang berusaha mendapatkan apa yang butuhkan.

Di balik tubuh rakyat Palestina yang pada lemas, luka-luka dan kekurangan asupan makanan, para serdadu itu dengan tega mengambil situasi tersebut dengan menyerang bahkan melakukan genosida terhadap mereka secara tidak manusiawi.
Sampai pada berita tersebut, ada seorang wanita memeluk anaknya yang menjadi korban serangan Israel yang sebelumnya juga telah menewaskan putrinya. Lalu, wanita itu bertanya, apa salah kami dan anak-anak kami?
Anak-anak yang tidak berdosa itu sampai mempertaruhkan nyawanya, padahal mereka tidak tahu apa-apa. Akan tetapi, karena kebiasaan Israel tidak pandang bulu, mereka membantai habis warga Palestina dari semua kalangan, usia, bahkan militer.

Naluri ingin berkuasa mereka sangatlah tinggi sampai menewaskan rasa kemanusiaan dan rasa khawatir pada mereka. Jika Israel tidak ingin menyerah, lalu apa solusinya agar genosida itu dihentikan?

Solusi terbaik untuk saat ini hanyalah Islam. Sistem Islam harus diterapkan melalui daulah Islam yang nantinya akan diperintahkan untuk berjihad agar umat Islam bisa bersatu melawan serangan Israel. Bersatunya umat Islam akan menjadi tameng bagi seluruh kaum muslimin. Jika umat Islam di seluruh penjuru dunia uni bersatu, maka pasti akan mengalahkan kebiadaban Israel dan para antek-anteknya.

 

Oleh: Irna Syarifah Aeni,

Sahabat Tinta Media

Views: 23

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA