Tinta Media – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menilai ada tiga kepentingan strategis Amerika di Timur Tengah.
“Paling tidak ada tiga kepentingan strategis Amerika di Timur Tengah,” ujarnya dalam acara Spesial Interview di Balik Konflik Iran vs Israel, Ahad (22/6/2025) di kanal YouTube Rayah TV.
Pertama, menjaga suplai energi minyak dan gas. “Karena kalau kekuatan energi ini tidak di bawah kontrol Amerika ini pasti mengancam kepentingan Amerika dan negara-negara Barat lainnya,” jelasnya.
Kedua, ancaman kekuatan politik Islam di Timur Tengah. Karena kawasan Timur Tengah ini adalah kawasan yang dulunya pernah disatukan oleh khilafah al minhajin nubuwah.
“Dan ini menjadi ancaman karena Amerika sangat menyadari bahwa kekuatan umat Islam itu tidak akan bisa dengan mudah dikalahkan kalau umat Islam itu bersatu,” bebernya.
Karena itu bebernya, Amerika tidak akan membiarkan kekuatan politik sedikit sedikit pun yang itu berupaya untuk menyatukan apa umat Islam terutama di di Timur Tengah.
“Apalagi di bawah naungan khilafah al minhajin nubuwah. Maka tidak mengherankan setiap kali ada krisis di Timur Tengah itu menteri luar negeri Amerika itu paling rajin datang ke Timur Tengah untuk kemudian memastikan bahwa penguasa-penguasa Timur Tengah benar-benar masih dalam kendali Amerika Serikat,” lanjutnya.
Demikian juga, bebernya, tidak mengherankan kalau di beberapa negara di kawasan Timur Tengah ini begitu banyak sekali pangkalan-pangkalan militer Amerika dibanding dengan wilayah lain.
“Ada di Qatar, ada di Irak sendiri, kemudian di wilayah di Saudi. Jadi di beberapa banyak wilayah. Jadi keberadaan pangkalan militer Amerika ini sekaligus menunjukkan demikian strategisnya wilayah itu bagi Amerika Serikat,” jelasnya.
Ketiga, eksistensi penjajah Yahudi. “Bagi Amerika itu merupakan harga mati yang harus dipertahankan,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi
Views: 65
















