Saatnya Generasi Muda Bersuara, Lantang Menolak Solusi Dua Negara

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Harapan perbaikan kondisi kritis di dunia saat ini bisa dimulai dengan menyiapkan generasi mudanya. Menggerakkan para pemuda untuk ikut terjun menyuarakan isu-isu politik, baik yang terjadi di dalam negerinya ataupun yang menimpa umat manusia di belahan bumi yang lainnya. Suara lantang para pemuda sangat dibutuhkan. Kontribusi mereka yang mau peduli dengan permasalahan yang sedang menimpa umat, terutama apa yang terjadi di Palestina adalah bentuk solidaritas antarmanusia yang perlu untuk dipupuk dan didukung agar tumbuh subur di tengah-tengah umat. Sehingga, bisa menjadi contoh untuk para pemuda lainnya di mana pun berada.

Kekejaman tentara Israel kepada rakyat Palestina sudah sangat tidak manusiawi. Mereka dengan sengaja menghalangi bantuan yang akan masuk ke sana. Bahkan, kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan juga ikut menjadi korban penculikan. Kejadian inilah yang memicu demo di beberapa negara di Eropa dan juga di Maroko. Berita tentang tuntutan massa generasi Z dalam demo Maroko memuncaki daftar artikel Populer Global. Sementara itu, unjuk rasa juga terjadi di Eropa untuk memprotes pencegatan rombongan kapal Global Sumud Flotilla oleh Israel. (Kompas.com, 04/10/2025)

Para pemuda yang peduli dengan isu-isu politik internasional, terutama yang berkaitan dengan penjajahan Palestina oleh Israel perlu terus dipupuk dan diarahkan agar menjadi kebangkitan yang benar sesuai aturan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah Swt.

Atas permasalahan yang terjadi di Palestina, dunia internasional memberikan solusi yang tidak adil, yaitu solusi dua negara. Dilihat dari sudut pandang mana pun, solusi dua negara adalah solusi yang tidak menyentuh akar permasalahan. Bagaimana bisa Israel sebagai penjajah disandingkan dengan pemilik tanah yang sesungguhnya, yaitu rakyat Palestina dengan pembagian wilayah yang sangat merugikan mereka. Israel adalah penjahat perang yang tidak berperikemanusiaan. Mereka seharusnya diusir dari atas tanah Palestina. Selama ini, Israel adalah biang kerok penderitaan rakyat Palestina. Banyak kejahatan yang sudah dilakukan Israel, tetapi tidak pernah mendapatkan hukuman dari hukum internasional. Bahkan yang lebih menyedihkan, Israel tetap mendapat dukungan internasional dari sekutunya, yaitu Amerika.

Sekaranglah saatnya menyadarkan umat dan para generasi muda untuk tidak terkecoh dengan solusi yang diberikan oleh dunia internasional untuk Palestina, yaitu solusi dua negara. Karena, sesungguhnya solusi dua negara adalah solusi yang batil. Seharusnya masyarakat internasional dan generasi muda ikut menolak solusi dua negara tersebut. Rakyat Palestina lebih butuh bantuan tentara daripada solusi dua negara. Tentara yang berjihad mengusir penjajah Israel dari tanah Palestina lebih dibutuhkan karena hanya ini solusi satu-satunya. Hal ini hanya bisa dengan adanya daulah Islam, yaitu sebuah negara yang menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia dan akan menerapkan aturan Islam di dalamnya. Hanya daulah yang bisa menggerakkan tentara-tentara kaum Muslimin untuk berjihad di jalan Allah. Tanpa adanya daulah Islam, tentara-tentara kaum Muslimin sulit bersatu dan selamanya hanya akan terkotak-kotak oleh sekat nasionalisme.

Kesadaran akan menegakkan kembali daulah Islam harus terus disuarakan, termasuk juga untuk kalangan Gen z. Semangat yang membara pada pemuda bisa menjadi tonggak perubahan peradaban dari karut-marut kehidupan akibat diterapkannya ideologi kapitalisme, menjadi terang benderang dengan cahaya Islam. Wallahualam bissawab.

Oleh: Rina Ummu Syahid
Sahabat Tinta Media

Views: 12

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA