Tinta Media – Menyoroti kondisi Singapura yang tengah diambang krisis ekonomi, Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan menilai Singapura sebagai negara yang terkenal pragmatis dan antikontroversi.
“Singapura sebagai negara kota kecil terkenal pragmatis dan antikontroversi,” tuturnya dalam sebuah video berdurasi tiga menit: Singapura Negara Tetangga RI Kaya Raya, Tapi Banyak Warganya Bangkrut, pada Sabtu (20/12/2025) di kanal YouTube Khilafah News.
Di tengah kondisi ekonomi yang mengalami krisis ini, jelas Riyan, Perdana Menteri Lawrence Wong membuat pernyataan yang mengejutkan banyak pihak.
Selanjutnya, Riyan mengutip pernyataan Wong pada 19 November 2025. “Survei demi survei menunjukkan Jepang adalah negara adidaya di percaya di Asia Tenggara, dan secara terbuka ia mendukung Jepang untuk memainkan peran keamanan yang lebih besar di wilayah ASEAN,” bebernya.
Namun, imbuhnya, itu mungkin saja. memahami arahnya. Dia, (Wong), kata Riyan, kelihatan telah menghitung bagaimana reaksi balik dari Cina, Amerika dan juga Eropa.
“Tampak jelas Wong sebagai perdana menteri akan menempuh semua cara termasuk sikap pro terhadap Jepang dalam rangka menyelamatkan kondisi ekonomi domestik Singapura yang sedang mengalami krisis tentu sangat dibenci oleh Cina,” terangnya.
Terakhir, ia menegaskan selama Singapura maupun negara lain masih menggunakan sistem kapitalistik badai krisis akan terus terjadi.
“Tapi ingat! Selama Singapura maupun negara lainnya tetap menggunakan sistem kapitalistik, maka badai krisis ekonomi akan terus berulang. Paham sampai di sini? Salam melek politik,” tandasnya.[] Nur Salamah
![]()
Views: 41
















