Menemukan Kembali Jati Diri di Tengah Arus Modernisasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Miris! Di saat para pemuda di Gaza berjuang mempertahankan kemuliaan Masjidil Aqsha, para pemuda di berbagai belahan dunia ikut bersuara tentang Palestina, masih ada para pemuda yang bahkan tujuan hidupnya saja ia tak pernah mengetahuinya.

Kita menghabiskan hidup hanya dengan scroll media sosial entah Instagram, TikTok, atau apapun itu. Sebenarnya, masalah utamanya bukan pada scroll-nya. Melainkan pada waktu yang kita habiskan tanpa satupun yang memiliki manfaat untuk kehidupan kita.

Kita hanya berkutat pada rutinitas harian tanpa menyadari permasalahan besar yang sedang terjadi saat ini. Sekolah, kuliah, kerja, lalu pada akhir pekan liburan ke tempat-tempat yang mereka inginkan.

Padahal sebenarnya, banyak hal-hal yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita sebagai seorang generasi muslim. Hal inilah yang menjadikan banyak generasi muslim kehilangan jati diri atau bahasa kerennya saat ini adalah krisis identitas.

Jati diri itu kalau bahasa gampangnya adalah value diri kita atau ciri khas kita. Bisa juga didefinisikan sebagai prinsip yang kita pegang sebagai seorang muslim. Nah, sayangnya sekarang kebanyakan dari kita tuh lupa bahkan kehilangan jati diri kita sebagai seorang muslim.

Kita lupa bahwasanya dahulu ketika zaman Rasulullah saw, mayoritas pejuang Islam itu adalah para pemuda. Bukan berarti dari selain kalangan pemuda tidak ada.

Namun hal ini menjadi suatu hal yang harus kita garis bawahi. Bahwasanya pemuda itu sejatinya memiliki peran penting untuk kebangkitan Islam.

Lihat saja di dalam sejarah, para panglima perang dan penakluk di dalam Islam adalah para pemuda. Sebut saja Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang mengalahkan pasukan Romawi di usianya yang masih 17 tahun.

Atau penakluk konstantinopel yang legendaris, Sultan Muhammad Al Fatih yang menaklukkan kota yang dijanjikan oleh Allah dan disabdakan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya di usia 21 tahun. Usia-usia yang saat ini dikenal dengan masa-masa quarter life crisis.

Lalu, sebenarnya apa yang membedakan pemuda di zaman dahulu dengan pemuda di zaman sekarang? Setidaknya menurut pengamatan penulis, ada dua perbedaan yang sangat kentara. Salah satunya adalah keberadaan teknologi.

Tak dapar dipungkiri, di zaman saat ini berbagai teknologi sangat masif digunakan karena manfaat yang diberikan. Namun, yang sering luput diperhatikan adalah di era modernisasi besar-besaran seperti saat ini banyak generasi yang akhirnya hilang arah karena terbawa arus modernisasi tersebut.

Selain itu, sistem sekuler saat ini menjadikan agama hanya sebagai ibadah ritual semata. Padahal jika kita mengaku ber-itiiba’ alias mengikuti Rasulullah Saw secara sempurna, maka kita seharusnya tidak mencukupkan agama hanya sebatas untuk diri sendiri.

Melainkan juga untuk mengatur seluruh problematika yang terjadi saat ini. Sehingga sistem yang diterapkan saat ini meniscayakan adanya disconnect antara ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw dengan generasi muda.

Nah, sebagai seorang pemuda, terlebih pemuda muslim harusnya kita bisa untuk mengikuti Rasulullah Saw dalam seluruh aspek kehidupan kita. Ibaratnya gini deh, kalau kita cinta dengan seseorang maka kita akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tersebut.

Sama halnya ketika kita mengakui bahwa kita mencintai Rasulullah Saw, maka sudah seharusnya kita menaati ajaran yang telah beliau bawa.

Oleh karena itu meskipun kini kita hidup di tengah arus modernisasi, jangan sampai kita kembali kehilangan jati diri sebagai seorang muslim. Tugas kita adalah terus menyuarakan kebenaran.

Dengan segala kemudahan yang ada, rasa-rasanya enggak sopan kalau kita tidak ikut berkontribusi dalam jalan perjuangan ini. Maka, mulai saat ini luruskan niat dan bulatkan tekad untuk senantiasa berdakwah hingga seluruh dunia sejahtera di bawah naungan Daulah Islamiyah.

Wallahu a’lam bish showwab.

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba
Siswi MAN 1 Kota Batam

Loading

Views: 33

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA