Tinta Media -“Peneliti Masyarakat Sosial Politik Indonesia (MSPI) Dr. Riyan mempertanyakan, sikap pemerintah Indonesia yang terkesan meremehkan bantuan dari Malaysia untuk korban bencana banjir di Aceh.
“Ada apa sebenarnya dengan pemerintah?” ujarnya dalam siniar “Sentil Bantuan Malaysia ‘Hanya’ Rp 1 Miliar, Mendagri Tuai Kecaman dari Netizen Jiran” di kanal YouTube Khilafah News, Ahad (28/12/2025).
Riyan menyebut polemik ini berawal dari pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait bantuan kemanusiaan tersebut.
“Alih-alih mendinginkan atmosfer, ucapan Tito yang berjudul “Suara Lokal Raih Kesuksesan Global” di platform YouTube justru terkesan meremehkan nilai bantuan dari negara-negara tetangga tersebut dan menuai kritik tajam dari warganet,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pernyataan Tito menyinggung bantuan obat-obatan dari Malaysia yang dinilai tidak seberapa dibandingkan dengan kemampuan anggaran pemerintah Indonesia.
“Tito menyebutkan bahwa bantuan obat-obatan dari Malaysia yang termasuk dalam nilai tersebut tidak seberapa besar dibandingkan dengan kekuatan anggaran pemerintah Indonesia,” tambahnya.
Menurut Riyan, sikap pemerintah tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara. Setali tiga uang dengan Tito, keduanya menyatakan bahwa bantuan internasional masih belum dibutuhkan dan pemerintah memiliki pertimbangan sendiri dalam menyikapi uluran tangan dari negara sahabat.
“Sedemikian mahalkah gengsi kita, sehingga ketika banyak pihak peduli termasuk dari berbagai negara tetangga dan negara sahabat kita bergeming?” kritiknya.
Padahal Riyan menegaskan bahwa kondisi di lapangan masih jauh dari harapan. “Toh faktanya kondisi lapangan masih jauh dari harapan. Usulan status bencana nasional sampai saat ini dicuekin,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
![]()
Views: 36
















