Kita Semua Butuh Dakwah agar Tidak Merugi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Kebenaran harus disampaikan apa adanya sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia, meskipun bertentangan dengan pemahaman banyak orang. Bahkan jika bertentangan dengan keinginan penguasa, kebenaran harus tetap disampaikan. Apalagi bila kita memiliki kekuasaan, kebenaran wajib ditegakkan dengan tangan kita.

 

Jangan menjadi setan bisu dengan membiarkan kemungkaran terjadi, padahal kita menyaksikannya di depan mata. Riba adalah dosa besar yang jelas dilarang dalam Islam. Jangan diam, sebab banyak orang menganggapnya sebagai hal biasa, bahkan menjadikannya solusi saat menghadapi masalah keuangan. Kupon berhadiah dalam kegiatan jalan sehat juga termasuk judi dan hukumnya haram, meskipun dilakukan dengan dalih perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Meskipun berhadapan dengan penguasa zalim, kebenaran tetap harus disampaikan, meski berisiko kriminalisasi, bahkan taruhan nyawa sekalipun. Ingatlah sabda Nabi Muhammad saw. dalam berbagai hadis riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, bahwa jihad paling utama adalah berkata jujur di hadapan penguasa zalim, tentu dengan cara yang bijaksana.

 

Mengingatkan sesama agar kembali kepada kebenaran Islam bukanlah didasari kebencian, melainkan cinta dan kepedulian agar mereka tidak tergelincir ke jalan yang salah. Dunia kapitalis menjadikan materi sebagai standar kesuksesan. Banyak orang mengejar kekayaan dunia hingga tertipu angan-angan palsu, seperti terjerumus dalam judi online. Mereka berharap hidup kaya dan nyaman, tetapi faktanya justru sebaliknya: hidup tidak berkah dan penuh masalah. Tak sedikit aset terjual demi memenuhi hasrat berjudi, bahkan lebih parah lagi terjerat pinjaman berbasis riba, terperosok dari satu dosa ke dosa lainnya.

 

Mereka membutuhkan kita agar selamat dari dosa yang membuat hidup sengsara. Kita tunjukkan kebenaran Islam agar mereka tersadar dan bertobat, keluar dari lembah dosa. Inilah pentingnya dakwah, mengajak sesama ke jalan lurus yang diridai Allah Swt., sehingga hidup menjadi berkah dan indah. Itulah bukti cinta kita kepada sesama, meskipun risikonya adalah cacian dan hinaan saat mereka menolak dan merasa diri paling benar.

 

Jalan dakwah memang tidak mudah. Namun, itulah jalan orang-orang yang diberi nikmat, jalan para nabi dan rasul. Para nabi dan rasul pun menghadapi tantangan dakwah yang berat. Jangan berpikir tentang hasil semata, tetapi fokuslah pada usaha dakwah yang kita lakukan. Semoga Allah menetapkan hati kita untuk berislam secara kafah dan menjadikannya sebagai pedoman hidup, agar hidup terasa berkah dan indah. Kita semua butuh dakwah agar tidak merugi, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

 

Oleh: Mochamad Efendi,

Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 46

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA