Tinta Media – Menyikapi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat (AS), Pengamat Politik Internasional Umar Syarifuddin menilai hal itu bukan penegakan hukum, melainkan hegemoni politik.
“Ini bukanlah penegakan hukum, tapi hegemoni politik,” ujarnya dalam video bertajuk “Maduro Ditangkap”, Selasa (6/1/2026) di kanal YouTube Khilafah News.
Umar menilai, di peta global, Amerika Serikat ingin memutus hubungan Venezuela dari Rusia dan Cina, sekaligus mengamankan jalur minyak di Karibia.
“Maduro adalah simpul perlawanan regional,” sebutnya.
Menangkap Maduro, menurutnya, berarti menggeser peta kekuatan Amerika Latin kembali ke orbit Washington.
“Ini soal hegemoni negara demokrasi,” pungkas Umar.[] Setiyawan Dwi
![]()
Views: 46
















