Tinta Media – Semua penderitaan yang terjadi pada umat Islam saat ini dimulai sejak Khilafah Islamiah runtuh pada akhir Rajab 1342 H (Maret 1924 M) oleh antek Inggris berdarah Yahudi, yaitu Mustafa Kemal Atatürk. Dia menghapus hampir semua ajaran Islam serta apa saja yang dia anggap berbau Islam dan Arab.
Walaupun ada lebih dari dua miliar Muslim di dunia, kekayaan alam yang luar biasa, dan dunia Islam juga memiliki ratusan ribu bahkan jutaan tentara, jika digabungkan mereka tetap tidak bisa apa-apa tanpa adanya satu kepemimpinan global dari seorang khalifah, yakni kepala negara Khilafah. Penguasa negeri-negeri Muslim yang besar pun tidak ada yang mampu melindungi dan menolong mereka.
Bencana lain usai keruntuhan Khilafah adalah adanya para penguasa ruwaibidhah, yaitu orang bodoh yang mengurusi urusan orang umum. Seperti peringatan Rasulullah dalam HR Al-Hakim bahwasanya sifat ruwaibidhah ini terlihat dari penolakan mereka untuk menggunakan Kitabullah dan sunah Nabi Muhammad saw. sebagai petunjuk dan aturan hidup. Mereka pun bersahabat dengan negara-negara penjajah dan menjadikan mereka sebagai penasihat dalam urusan umat. Para penguasa ruwaibidhah ini juga beramai-ramai mengkhianati kaum Muslim Palestina. Sejumlah penguasa Muslim bahkan menyokong genosida Gaza dengan tetap membuka jalur perdagangan dan pelayaran bagi kapal-kapal logistik kaum Yahudi serta ikut hadir, diam, dan mendukung rencana jahat presiden AS untuk menjadikan Gaza di bawah perwalian internasional, melucuti kekuatan Hamas, dan mengganti mereka dengan pasukan asing.
Dan yang menyakitkan, justru penguasa Muslim seperti Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab membantu Amerika dalam mencabik-cabik Sudan serta pemisahan Darfur. Mereka membiayai milisi pemberontak untuk melakukan pembunuhan massal dan brutal terhadap Muslim Sudan. Para ruwaibidhah itu juga menyerahkan tanah Kashmir untuk dianeksasi oleh kaum musyrik Hindu. Rusia juga dibiarkan menganeksasi Chechnya dan wilayah lainnya dari tanah kaum Muslim di Asia Tengah. Kaum Muslim Rohingya dibantai di Myanmar dan banyak lagi kekejaman para penguasa ruwaibidhah terhadap kaum Muslim.
Seratus lima tahun sudah umat Islam kehilangan perisai (pelindung), sehingga umat merasakan penderitaan yang luar biasa dan tiada akhir. Tidak satu pun penguasa Muslim atau lembaga internasional yang bisa menolong umat ini selain Khilafah Islamiah.
Sejarah kegemilangan kekhilafahan Islam telah membuktikan, jangankan satu negeri Muslim yang terjajah, satu orang wanita Muslim pun yang mengalami pelecehan oleh orang kafir, maka khalifah datang dengan pasukan yang mengular sebagai pelindung umat dan penghilang kezaliman. Wallahualam bissawab.
Oleh: Isma,
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 24
















