Tinta Media – Nasib warga Gaza sampai saat ini masih dirundung nestapa yang berkepanjangan. Nasib anak-anak dan para perempuan warga Gaza tak luput, terus-menerus dijadikan korban kekerasan yang tidak mengenal kemanusiaan sama sekali dari penjajah bengis Israel laknatullah.
Ribuan warga di Jalur Gaza dibunuh tanpa perikemanusiaan dengan senjata bom vakum termobarik yang ledakannya bersuhu tinggi dan sangat kuat. Tujuannya agar warga Gaza habis sehabis-habisnya, dan bukan cuma terbunuh, tetapi sekaligus melenyapkan jasad tanpa meninggalkan jejak. Ada seorang saksi yang tinggal di Gaza City bernama Yasmin Maharani, salah satu dari ribuan warga Gaza, menerangkan bahwa setelah serangan Israel, banyak korban betul-betul hilang lenyap (cnnindonesia.com, 13/02/2026).
Israel terus menggempur Palestina, anak-anak, bayi, dan kaum perempuan dengan liar, dan dunia sama sekali tidak ada yang mampu melawan untuk menghentikan kesadisan Israel. Padahal, mata dunia tahu fakta yang ada bahwa perlakuan Israel betul-betul melanggar hak asasi manusia. Para penguasa Islam tunduk kepada gembong penjahat perang Donald Trump. Penjajahan yang sangat sadis dan bengis ini membuat Israel tampak tak layak disebut manusia; kebengisannya melebihi binatang buas yang lapar. Tidak ada kata damai untuk Israel, melainkan wajib perang dengan penjajah seperti Israel. Gaza sangat membutuhkan bersatunya kaum Muslimin dunia demi merdekanya Palestina dan kembalinya kejayaan Islam.
Derita Palestina adalah gambaran bagi kita, cara Allah menegur kaum Muslimin untuk membela Palestina yang tetap bertahan dengan kebenaran, ketakwaan, kesabaran, dan keteguhan iman. Allah pun mengingatkan kita, kaum Muslimin, agar bersatu dalam naungan akidah yang sama, Islam kafah, dan dipayungi Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah, konsep kepemimpinan umat Islam yang mengikuti jejak Nabi Besar panutan kita, Nabi Muhammad saw. Setelah beliau wafat, para penerusnya, di antaranya Abu Bakar, Umar bin Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib, menjadi pemimpin yang bijaksana, mengayomi umat, arif, dan adil.
Tidak sepantasnya kita menjadi pendukung negara yang menggempur saudara-saudara di Palestina. Perdamaian ala Donald Trump dan Netanyahu adalah jebakan kebohongan. Mereka dalang kejahatan, penjajah, dan pelanggar HAM nomor satu. Mereka terus menggaet pemimpin-pemimpin negara yang lemah dan mudah dibodohi.
Hanya Islam penyelamat Palestina jika kaum Muslimin dunia terikat erat, memiliki rasa dan pikiran yang sama, serta berasaskan syariat Islam demi tegaknya kembali Khilafah. Wallahualam bissawab.
Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media
![]()
Views: 33
















