Dehumanisasi Palestina: Bukti Kebiadaban Zionis

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dehumanisasi adalah memperlakukan manusia seakan bukan manusia. Ini merupakan pintu masuk kekerasan massal, seperti halnya yang dilakukan Zionis Israel terhadap warga Palestina. Dehumanisasi dilakukan Zionis Israel dengan keji terhadap warga Palestina, di mana manusia seolah bukan manusia. Ini jelas merupakan pintu gerbang kekerasan massal dan akan menimbulkan kecaman dari manusia yang masih memiliki empati kemanusiaan.

Serangan Israel benar-benar keji dengan sengaja menghilangkan nilai kemanusiaan. Kejahatan hak asasi manusia dilanggar terang-terangan sehingga membuat hati miris. Korban kebrutalan yang dilakukan Zionis semakin berjatuhan. Bahkan, bayi dan anak-anak yang tidak berdosa dijadikan sasaran kekejamannya.

Ungkapan tentara Israel menyebutkan bahwa otoritas militer sudah memerintahkan pasukannya untuk membunuh para pria Gaza tanpa batasan usia selama genosida yang dimulai pada tahun 2023. News Internasional, Ahad, 10 Mei 2026, tepatnya pukul 19.20 WIB. Menurut kesaksiannya, tentara Israel menuturkan, “Kami diperintahkan menembak warga sipil Gaza yang tidak bersenjata.”

Dehumanisasi muslim Palestina oleh Zionis sangat sadis, dilakukan bukan terhadap orang hidup saja, namun terhadap orang yang sudah mati sekalipun. Warga Palestina yang menjadi korban sekitar 72.736 orang dan yang luka parah 172.535 orang sejak 7 Oktober 2023. Zionis memperlakukan cara dehumanisasi terhadap muslim Palestina memang sudah direncanakan untuk mencapai tujuan tanpa rasa kemanusiaan.

Jika saja kaum muslimin dunia bersatu, pasti bisa menghentikan kejahatan Israel dan AS. Karena, kondisi Palestina sangat membutuhkan ukhuah Islamiah. Persatuan muslim dunia sangat dibutuhkan Palestina. Payung Khilafah akan menaungi alam semesta, insani, dan hayati; ikatan yang menyatukan umat dengan aturan yang logis dan menenteramkan jiwa.

Islam mengajarkan sayang dan benci karena Allah, yaitu konsep dalam Islam di mana kedua rasa tersebut prinsipnya tidak berdasarkan hawa nafsu atau hubbud dunia semata, tetapi bagaimana ketaatan kepada Allah dan ikatan keimanan yang teguh dan kuat. Sedangkan benci karena Allah bukan berarti membenci fisiknya, tetapi sifat maksiat dan kezalimannya, agar kita terhindar dari perbuatan buruknya.

Ini terkait dengan sikap buruknya AS dan Zionis Israel. Solusi segala masalah adalah Islam kafah dalam naungan Daulah Islamiah ‘ala minhajin nubuwwah. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Oleh: Ica
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 21

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA