Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis, Makin Mengerikan!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan. Hal ini menimpa tidak hanya orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Israel memaksa keluarga Palestina untuk menggali ulang kuburan ayah mereka yang terletak di permukiman Israel. Kejadian ini berlangsung di Desa Asasa yang berdekatan dengan Jenin, daerah di Tepi Barat yang dihuni oleh Israel. Namun, pihak militer Israel menyangkal bahwa mereka telah menginstruksikan pemindahan makam tersebut. Bahkan, kejadian ini disebut oleh PBB sebagai sebuah perbuatan yang tidak manusiawi dan sangat mengerikan.

Gencatan senjata selama dua tahun sejak Oktober 2025 yang diinisiasi oleh AS tidak membuat kebiadaban Zionis ini mereda. Mereka terus-menerus ingin memperluas wilayah kekuasaannya. Radio Angkatan Darat Israel menyebutkan bahwa sebelum terjadinya gencatan senjata, Israel menguasai sekitar 53 persen area Jalur Gaza. Saat ini, penguasaannya telah meningkat menjadi 59 persen dari area tersebut dan sedang bersiap untuk kemungkinan dimulainya kembali genosida di daerah kantong Palestina itu.

Kebiadaban Zionis tak hanya sampai di situ. Kesaksian tentara Israel menyatakan bahwa pihak militer telah menginstruksikan anggotanya untuk menghabisi setiap pria yang mereka jumpai di Gaza selama tindakan genosida yang dimulai pada 2023. Tidak ada batasan usia untuk target yang harus dibunuh. Bahkan wanita dan anak-anak pun, jika perlu, akan dibunuh. Hal inilah yang menjadikan jumlah masyarakat yang menjadi korban mencapai 72.736 orang tewas dan 172.535 orang luka-luka.

Selain itu, untuk membungkam pers dalam menyiarkan kejahatan mereka kepada dunia, Zionis menargetkan pembunuhan para jurnalis. Jalur Gaza telah menjadi lokasi paling berbahaya bagi jurnalis, di mana bukan hanya suara mereka yang dibungkam, tetapi juga nyawa mereka menjadi taruhannya. Lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023. Sebanyak 6.600 korban lainnya memerlukan perawatan prostetik dan rehabilitasi yang terkendala oleh kebijakan dari pihak berwenang Israel. Ribuan orang juga telah mengalami amputasi akibat perang, yang satu di antara lima orang korbannya adalah anak-anak.

Zionis tidak memedulikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza (dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS) untuk memperluas pendudukannya serta melakukan genosida hingga jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. Dunia dan umat Islam seharusnya tidak diam terhadap penjajahan di Gaza.

Sesungguhnya, akar masalah di Gaza (Palestina) adalah penjajahan entitas Zionis di wilayah yang dimiliki oleh umat Muslim Palestina tersebut, yang dari waktu ke waktu semakin meluaskan wilayah pendudukannya secara paksa. Serangan dan gebrakan yang dilakukan oleh Israel menargetkan masyarakat sipil, termasuk wanita dan anak-anak. Meskipun dunia menyadari bahwa tindakan ini melanggar hak asasi manusia, tidak ada yang mampu menghentikannya. Tindakan kejam Israel tidak bisa dibiarkan begitu saja dan tidak bisa diselesaikan dengan gencatan senjata ataupun perdamaian. Efek kerusakan akibat berbagai bentuk serangan yang ditimbulkan telah melampaui batas dan harus dihentikan secara serius oleh kekuatan seluruh umat Islam dengan satu komando pasukan Islam.

Sekat nasionalisme telah membelenggu dan melunturkan ukhuah islamiah umat Islam, yang mengakibatkan para penguasa Islam di lebih dari 50 negeri Muslim saat ini tidak tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina. Mereka layaknya boneka kafir penjajah yang disetir tuannya, diam walaupun saudaranya dianiaya lebih buruk daripada binatang. Pemikiran kufur tersebut telah berhasil merasuki jiwa mereka sehingga mencegah mereka untuk menolong Muslim Palestina.

Penjajahan Zionis Israel hanya bisa dihentikan dengan persatuan kaum Muslim sedunia dalam ukhuah islamiah melalui jihad untuk membebaskan Palestina yang dikomandoi oleh seorang pemimpin umat (khalifah). Ukhuah ini hanya terwujud dengan Khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat yang akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina serta mengembalikan tanah Palestina kepada pemiliknya, sekaligus meriayah warga Palestina agar dapat hidup mulia.

Oleh karena itu, agenda utama (qadhiyah mashiriyah) umat Islam saat ini adalah upaya penegakan Khilafah tersebut melalui aktivitas dakwah untuk membangun kesadaran umat Islam yang sedang tertidur terhadap pemahaman Islam politis dan ideologis. Aktivitas dakwah ini dilakukan oleh sebuah kutlah siyasiyah (partai politik), sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., yang akan memobilisasi umat dalam menegakkan penerapan Islam kafah dalam naungan Khilafah Islamiah. Keberadaan institusi Khilafah inilah yang akan menyatukan umat serta membangun kekuatan untuk mengusir penjajah Zionis di bumi Palestina dan juga mengusir penjajah negara kapitalis sekuler AS di seluruh dunia. Wallahu a’lam bish-shawab.[]

Oleh: Thaqiyunna Dewi, S.I.Kom.
Sahabat Tinta Media

Loading

Views: 16

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA