Jurnalis: Palestina adalah Bukti Ujian Nyata tentang Menjaga Perdamaian Dunia

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Jurnalis Senior Joko Prasetyo (Om Joy) menandaskan bahwa Palestina adalah bukti ujian paling nyata tentang menjaga perdamaian dunia.

Hal itu ia sampaikan dalam rilis yang diterima Tinta Media bertajuk Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia? (Catatan Kritis atas Pidato Hari Lahir Pancasila Presiden Prabowo Subianto 2026), Rabu (3/6/2026).

“Puluhan tahun penjajahan, blokade, dan kekerasan berlangsung di hadapan dunia, sementara lembaga internasional dan deklarasi perdamaian tidak mampu menghentikannya,” ulasnya.

Menurutnya, terlihat jelas jika dunia tidak kekurangan nilai perdamaian, tetapi kekurangan mekanisme yang mampu memaksa keadilan ditegakkan.

“Itu terjadi karena kepentingan menjadi panglima. Hubungan internasional hari ini ditentukan oleh kepentingan, bukan prinsip moral. Demokrasi, HAM, dan perdamaian sering digunakan secara selektif sesuai kepentingan politik,” paparnya.

Om Joy menilai, kapitalisme menjadikan kepentingan sebagai dasar hubungan internasional.

“Dari asas ini lahir kompetisi, intervensi, dan dominasi negara kuat atas negara lemah. Dalam logika ini, konflik bukan penyimpangan, tetapi konsekuensi sistem,” ungkapnya.

Tawaran Perdamaian Ala Islam

Tidak hanya seruan moral tentang perdamaian dan keadilan, imbuhnya, Islam juga menawarkan mekanisme operasional.

“Islam menetapkan seperangkat aturan yang mengikat negara, masyarakat, dan individu dalam hubungan internasional,” cetusnya.

Dalam pandangan Islam, lanjutnya, penjajahan merupakan kezaliman yang wajib dihilangkan dan tidak hanya memerintahkan pembelaan terhadap kaum tertindas, tetapi juga menetapkan mekanisme politik dan kekuasaan untuk menghapus penindasan tersebut.

“Di sinilah keberadaan institusi Khilafah menjadi penting. Sebab penerapan syariat Islam secara menyeluruh, termasuk dalam hubungan internasional, memerlukan otoritas politik yang menjalankannya secara konsisten dan menyeluruh,” bebernya.

Islam, jelas Om Joy, menetapkan jihad sebagai bagian dari mekanisme 𝑠𝑦𝑎𝑟’𝑖 untuk menghadapi agresi, melindungi kaum Muslim yang tertindas, dan menghilangkan berbagai bentuk penjajahan serta penghalang tegaknya keadilan termasuk di Palestina yang saat ini tengah dijajah entitas Zionis Yahudi yang didukung Amerika Serikat dan sekutunya.

“Dengan demikian, Islam tidak hanya menawarkan cita-cita perdamaian, tetapi juga menawarkan struktur kekuasaan, hukum, dan mekanisme operasional untuk mewujudkannya,” pungkasnya.[] Erlina

Loading

Views: 18

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA