Tinta Media – Ketua International Muslim Lawyers Alliance (IMLA) Chandra Purna Irawan membeberkan, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pengembangan Gaza untuk tujuan real estate bukan hal baru.
“Pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pengembangan Gaza untuk tujuan real estate bukanlah hal baru,” ujarnya di laman Facebook Chandra Purna Irawan, Sabtu (28/2/2026).
Sebab, Chandra mengungkapkan, selama bertahun-tahun keluarga Trump sudah memandang Timur Tengah sebagai kawasan strategis bagi ambisi bisnis mereka.
“Pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Gaza kembali menghidupkan gagasan yang sebelumnya pernah diutarakan olehnya dan menantunya, Jared Kushner,” ucapnya.
Sedangkan rencana terbaru Trump, lanjut Chandra, yaitu memosisikan Gaza dari perspektif potensi real estate. Bukan dari sudut pandang kemanusiaan atau politik bagi penduduknya.
“Setelah mengklaim bahwa AS akan ‘mengambil alih Jalur Gaza dan memilikinya’, Donald Trump mengatakan, ‘We have an opportunity to do something that could be phenomenal. And I don’t want to be cute. I don’t want to be a wise guy. But the ‘Riviera of the Middle East,’ this could be something that could be so, this could be so magnificent’.
“Kita memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bisa menjadi fenomenal. Dan saya tidak ingin terlihat sok pintar. Saya tidak ingin terlihat sok tahu. Namun ‘Riviera Timur Tengah’ ini bisa menjadi sesuatu yang sangat, sangat luar biasa,” kutipnya.
Pernyataan tersebut, kata Chandra, menggemakan sentimen yang disampaikan Kushner dalam sebuah wawancara di Universitas Harvard pada Februari 2024 yang menyatakan bahwa properti tepi laut Gaza bisa menjadi ‘sangat berharga jika orang-orang fokus membangun mata pencaharian.’
“Ia (Kushner) juga menambahkan bahwa dari perspektif Israel akan berupaya semaksimal mungkin untuk ‘memindahkan orang-orang keluar dan kemudian membersihkannya’,” bebernya.
Terakhir Chandra menyatakan, hal ini menjadi pengingat bahwa bagi Trump dan keluarganya, Timur Tengah memiliki arti penting tidak hanya secara politik.
“Tetapi juga sebagai kawasan dengan kepentingan bisnis properti yang signifikan,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
![]()
Views: 27
















