Tinta Media – Mudik lebaran adalah momen yang selalu ditunggu-tunggu tiap tahun. Namun, momen ini selalu diwarnai dengan antrean panjang kendaraan yang menyebabkan kemacetan, menumpuknya penumpang, hingga kecelakaan lalu lintas yang tak jarang menelan korban jiwa maupun luka-luka.
Mirisnya, tiap tahun tragedi seperti itu selalu terjadi. Naiknya arus mudik selalu bersanding dengan kecelakaan lalu lintas, meskipun dilaporkan bahwa mobilitas meningkat sedangkan angka kecelakaan mengalami penurunan hingga 16 persen (Suara.com, Rabu, 25/3/2026).
Upaya pemerintah dalam menangani arus mudik hingga fatalitas lakalantas nyatanya belum mampu menyelesaikan masalah sampai ke akar. Penurunan angka belum menunjukkan sepenuhnya bahwa penanganan tersebut mampu menuntaskan akar masalah.
Para pemudik lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan fasilitas transportasi massal yang jauh dari rasa aman, nyaman, dan murah. Alasannya karena kendaraan pribadi dipandang lebih murah biayanya dan lebih fleksibel dibandingkan tranportasi massal, baik mobil milik pribadi, mobil sewaan, maupun sepeda motor. Inilah yang menyebabkan angka arus mudik terus bertambah. Lonjakan jumlah kendaraan menyebabkan kemacetan parah, yang tak jarang juga menyebabkan kecelakaan lalulintas akibat kondisi jalan yang juga rusak.
Dari kondisi tersebut, seharusnya pemerintah mampu membaca masalah yang ditimbulkan dari merebaknya pemudik tiap tahunnya. Namun, solusi dan penanganan yang dilakukan hanya bersifat teknis semata. Selalu saja ada korban jiwa maupun luka-luka.
Ini karena negara tidak menggunakan fungsi raa’in (pelayanan) dalam mengurus rakyat. Negara saat ini menggunakan sistem kapitalisme yang lebih mengutamakan keuntungan materi, sehingga setengah hati dalam mengurusi urusan rakyat. Negara juga abai dalam menjamin keselamatan rakyat, terutama saat mudik lebaran. Dari sini jelas bahwa dalam sistem kapitalisme ini, mudik aman dan nyaman hanyalah sebuah ilusi.
Ini berbeda dengan sistem Islam. Islam mewujudkan fungsi _raa’in_ (pelayanan) dalam mengurus rakyat. Negara Islam benar-benar hadir untuk menyelesaikan segala permasalahan saat mudik lebaran. Negara akan menyediakan layanan tranportasi massal yang aman, nyaman, dan murah dalam jumlah yang mencukupi, sehingga masalah yang muncul pada saat mudik lebaran bisa teratasi sepenuhnya.
Negara juga akan menyediakan jalan yang cukup, serta memperbaiki jalanan yang rusak sehingga aman bagi pengguna jalan. Dengan demikian, perjalanan saat mudik pun jadi menyenangkan dan keamanan terjaga, insyaallah. Wallahu’allam.
Oleh: Khoiriyah
Aktivis Muslimah
![]()
Views: 7









