Siyasah Institute: Penindakan Premanisme Harus Tuntas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Direktur Siyasah Institute Iwan Januar menyampaikan bahwa, penindakan terhadap aksi premanisme harus tuntas sampai ke akarnya.

“Penindakan terhadap aksi premanisme harus tuntas sampai ke akarnya,” tuturnya kepada Tinta Media, Rabu (14/5/2025).

Seperti adanya sanksi hukum yang membuat efek jera, kata Iwan, dan juga pembubaran ormas yang anggotanya terbukti banyak melakukan tindak premanisme. “Jangan hanya anggotanya yang ditangani, sementara ormasnya tidak mendapatkan penindakan. Sebab, adanya anggota ormas yang melakukan aksi premanisme, tanda ormas itu gagal membina anggotanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan premanisme termasuk berkedok ormas mesti dilakukan secara komprehensif, bukan semata-mata menangkapi para preman. Sehingga, aksi premanisme semakin menjamur bahkan jadi budaya karena ada pembiaran oleh aparat dan pemerintah, baik daerah maupun pusat.

“Yang tidak dilaporkan jauh lebih banyak dibandingkan yang dilaporkan. Karena warga dan korban takut, serta tidak enak karena sering kali kenal dengan pelaku,” ucapnya.

Bahkan, tegas Iwan, bisa jadi sebenarnya aparat dan pemerintah setempat tahu kondisi ini, tapi kemudian abai. Akibatnya aksi premanisme ini makin menjadi-jadi.

“Sering muncul rumor ada oknum aparat, parpol atau elite politisi yang menjadi beking mereka,” tuturnya.

Menurutnya, pemutusan koneksi antara ormas harus dilakukan. Jangan sampai ada simbiosis mutualisme antara preman berkedok ormas dengan pemerintah dan aparat.

“Sering kali ormas yang anggotanya bertindak anarkis dan preman ini berani karena merasa didukung oleh aparat dan partai politik. Kita tahu, sering kali parpol memanfaatkan ormas untuk mendulang suara di pilkada atau pemilu,” kritiknya.

Kemudian, ia menuturkan, memperbaiki sistem ekonomi hari ini juga penting. Karena salah satu penyebab munculnya premanisme adalah faktor ekonomi.

“Pelaku rata-rata dari kalangan ekonomi bawah, sebab ada faktor tekanan ekonomi,” cetusnya.

Ia menyesalkan, jika hari ini negara masih percaya pada sistem ekonomi Kapitalisme yang justru menciptakan kesenjangan sosial dan eksploitasi warga miskin.

“Selama ekonomi masih terpuruk dalam sistem ekonomi Kapitalisme, bukan tidak Mungkin premanisme akan menguat menjadi mafia atau triad,” ungkapnya.[] Novita Ratnasari

Views: 44

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA