Pamong Institute: Ide Jalan Provinsi Berbayar Sangat Zalim

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Direktur Pamong Institute Wahyudi Al-Maroky menilai wacana jalan provinsi berbayar sebagai bentuk ide yang sangat zalim.

“Hari ini ada usulan jalan umum, jalan provinsi mau berbayar, jelas ini ide yang sangat zalim,” kritiknya dalam video bertajuk Jalan Provinsi Mau Berbayar, Sabtu (16/5/2026) melalui akun TikTok @wahyudi_almaroky.

Padahal, menurutnya, kekayaan alam negeri ini begitu banyak. Ada emas, ada nikel, ada batubara, ada migas, ada sawit.

“Kenapa di otak para penguasa itu mikirnya bagaimana menarik pajak dari rakyat, bukan mengelola kekayaan alam yang begitu banyak,” kritiknya.

Wahyudi membeberkan, sudah begitu banyak ragam pungutan yang dilakukan oleh penguasa di negeri ini terhadap rakyatnya.

“Kurang apa lagi yang mau ditarik dari rakyat. Pajak motor sudah, pajak PBB sudah, pajak PPN sudah, bayar listrik kena pajak, bayar telpon kena pajak, bayar air kena pajak, bahkan bikin surat bermateraipun kena pajak, hampir semua kena pajak. Bahkan kalau kita makan di restoran, kena pajak restoran, dan seterusnya. Jalan tol berbayar,” bebernya.

Padahal, jelasnya, 14 abad lalu, Rasulullah SAW sudah mengingatkan bahwa memungut pajak dengan zalim tidak akan masuk surga.

“Hadits Riwayat Abu Dawud: la yadkhulu Jannah shohibu maksi tidak akan masuk surga orang yang lalu menarik pajak,” ucapnya mengutip hadits.

Pemerintahan yang Baik?

Wahyudi lanjut menggambarkan, bagaimana sesungguhnya ciri pemerintahan yang baik.

“Karena sesungguhnya fokus penguasa itu bukan untuk berlomba-lomba menarik pajak dari rakyat, tapi berlomba-lomba mengurusi rakyatnya, melayani rakyatnya. Banyak melayani, sedikit menarik dan sedikit membebani, itu pemerintahan baik,” tegasnya.

Menurutnya, kalau pemerintah kesulitan keuangan, maka kelola kekayaan alam yang begitu banyak, dibenahi supaya tidak ada kebocoran dan juga tidak ada korupsi di sana.

“Diefisiensikan pemerintahan yang baik, tidak banyak kabinet, tidak banyak kepala dinas, kurangi kegiatan yang tidak langsung berkontribusi pelayanan kepada rakyat,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka

Loading

Views: 19

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA