Siyasah Institute: Demokrasi Jadi Ekosistem yang Sangat Menyenangkan bagi Oligarki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Menanggapi ketimpangan ekonomi yang terus melebar tanpa ada mekanisme koreksi yang nyata di Indonesia, Direktur Siyasah Institute Iwan Januar berpandangan bahwa sistem demokrasi menjadi ekosistem yang sangat menyenangkan bagi oligarki.

“Demokrasi itu justru menjadi sebuah ekosistem yang sangat menyenangkan untuk para oligarki termasuk kalangan kaum kapitalis yang mereka punya kapital untuk menjadi investor politik,” ujarnya dalam program Kabar Petang: Viral Eat The Rich, Kesenjangan Terlalu Parah? Di kanal YouTube Khilafah News, Kamis (9/10/2025).

Ia menyebut, para oligarki itu terdiri dari partai politik, elite politik, dan pejabat dari daerah hingga pusat. “Mereka banyak menikmati keuntungan di alam demokrasi,” sebutnya.

Secara kasat mata, menurut Iwan, telah terjadi politik transaksional atau politik dagang sapi. “Kaum kapitalis ini dengan elite politik, dengan parpol, dengan pejabat sering kemudian melakukan transaksi-transaksi politik yang dijalankan untuk keuntungan mereka bukan untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Ketidakadilan

Narasi eat the rich, menurut Iwan, bukan hanya ketidakadilan ekonomi tetapi juga ketidakadilan hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

“Kemudian tebang pilih dari sisi akses orang mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, termasuk juga ekonomi,” sambungnya.

Itu pun tegasnya, tidak bisa didapat oleh banyak orang, hanya mereka yang punya privilege dari kalangan politisi, pejabat, pengusaha yang mereka kemudian bisa menikmati semua itu di alam demokrasi kapitalisme.

Iwan menilai, ini merupakan sebuah kegagalan yang dari dasar. Jadi, cacat dari kelahiran demokrasi ini memang sudah sangat tampak. Kemudian juga cacat ini semakin berkembang dan memang akhirnya muncullah kemarahan.

“Memang canggihnya demokrasi itu mereka membuat berbagai macam program yang kemudian bisa meredam emosi masyarakat dengan adanya bansos atau dana CSR dari perusahaan juga dari lembaga atau para politisi yang mereka suka membagikan bantuan,” bebernya.

Di sisi lain, sebut Iwan, masyarakat juga dibiarkan untuk jangan menjadi orang pintar. Pasalnya jika masyarakat pintar ini akan merugikan para oligarki.

“Maka dalam demokrasi terutama Indonesia ini, kita melihat bahwa sistem pendidikan yang ada tidak mencerdaskan masyarakat secara luas,” ujarnya memungkasi.[] Muhammad Nur

Views: 46

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA