Tinta Media – Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa ( FDMPB) Dr. Ahmad Sastra mengatakan persepsi yang benar atas konflik Palestina Israel adalah bahwa bumi Palestina adalah milik kaum Muslim, bukan milik entitas Yahudi.
“Persepsi yang benar atas konflik Palestina Israel adalah bahwa bumi Palestina adalah milik kaum Muslim, bukan milik entitas Yahudi,” ujarnya kepada Tinta Media, Senin (02/06/2025).
Pasalnya sebut Ahmad sikap yang benar didasarkan dari pemahaman dan persepsi yang benar atas fakta. “Karena itu sikap umat Islam atas konflik Palestina bisa salah jika persepsinya salah,” lanjutnya.
Bagi seorang Muslim, ucap Ahmad, persoalan Palestina bukanlah persoalan sekedar persoalan kemanusiaan, kolonialisme dan kezaliman,” namun lebih dari itu adalah persoalan agama, yakni persoalan akidah, syariah dan politik Islam,” ungkapnya.
Dikatakan sebagai persoalan akidah sebutnya, sebab Masjidil Aqsa (Palestina) adalah tanah suci ketiga bagi kaum Muslimin.
Ia mengutip hadits “Nabi pernah bersabda, tidak ada perjalanan yang sengaja ke masjid kecuali ke Masjidil Haram, masjidku (Masjid Nabawi, red) dan Masjidil Aqsa .”Jadi tanah Palestina juga tanah yang diberkati,” sambungnya.
Menurutnya dikatakan sebagai persoalan syariah Islam, karena ajaran Islam sangat mengharamkan berbagai bentuk penjajahan, ketidakadilan, kezaliman dan kemungkaran.
Yang kini terjadi di Palestina, katanya, anak-anak yang tak berdosa menjadi korban kebiadaban zionis Israel ia menegaskan Islam sendiri melarang pembunuhan.
“Bahkan dinyatakan jika terbunuh seorang muslim tanpa hak, disamakan dengan membunuh semua umat manusia,” jelasnya.
Menurutnya, ini membuktikan bahwa syariat Islam bukan hanya persoalan kemanusiaan, namun lebih dari itu adalah persoalan syariah.
Lantas ditinjau dari perspektif politik Islam kata Ahmad, maka bisa ditelusuri secara historis bahwa penjajahan zionis atas Palestina adalah ketika umat Islam kehilangan pelindungnya, yakni khilafah Islamiyah. “Sebab ketika masih ada khilafah, negeri Palestina mendapat perlindungan maksimal dari berbagai bentuk ancaman,” ulasnya.
“Akhirnya, oleh karena yang kaum Muslimin hadapi adalah negara-negara imperialis ujarnya, maka kekuatan yang seimbang itu tidak ada yang lain kecuali Daulah Khilafah Islam. Negara global yang menyatukan kaum Muslim.
“Daulah Khilafah ini nanti akan menyerukan jihad fi sabilillah kepada kaum muslim seluruh dunia untuk membebaskan Palestina,” pungkasnya. [] Muhammad Nur
Views: 28
















