Inilah Alasan Muslim Gaza Begitu Tegar

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Cendekiawan Muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) membeberkan
alasan muslim di Gaza begitu kuat, tegar, dan tidak pernah putus asa meski
setiap hari dibombardir oleh Zionis.

“Mengapa itu semua bisa terjadi, saudara bagi kita jawabnya
sangat jelas bahwa semua yang yang mereka lakukan itu mempertahankan bumi
Palestina tak lain adalah jihad,” ujarnya dalam video yang bertajuk Jiwa-Jiwa
yang Tegar di kanal Youtube Khilafah News, Kamis (18/7/2024).

Ia mengingatkan, umat muslim tidak boleh tinggal diam ketika
hartanya, apalagi tanah Palestina yang sangat istimewa dijarah. “Ini tidak
boleh dibiarkan dan harus dilawan,” tegasnya.

“Itu persis sebagaimana pesan Nabi SAW dalam hadis sahih
riwayat Muslim. Ketika ada waktu itu seorang bertanya kepada Nabi SAW tentang
bila ada orang yang hendak merampas hartanya, Nabi SAW menjawab,  jangan kau berikan itu kepadanya. Lalu orang
ini bertanya lagi, bagaimana jika ia ingin membunuhku? Nabi SAW menjawab, bunuhlah
dia. Lalu orang ini bertanya lagi, bagaimana jika ia malah membunuhku? Nabi SAW
menjawab, engkau dicatat syahid. Tapi, bagaimana bila aku yang membunuhnya? Orang
itu bertanya kembali.  Lalu Nabi SAW
menjawab,  ia yang di neraka,” ungkapnya.

Jadi, kata UIY,  jihad
ini adalah sebuah amal yang sangat mulia. Kemuliaannya sangat besar. Seorang
mujahid yang sedang berjihad digambarkan dengan sangat dramatis kemuliaannya
oleh Baginda Rasulullah SAW.

“Dalam hadis sahih riwayat Bukhari Muslim kata Nabi SAW,
perumpamaan seorang mujahid fisabilillah adalah seperti orang yang berpuasa,  yang mendirikan sholat lagi lama membaca
ayat-ayat Allah dan dia tidak berhenti dari puasa dan sholatnya, sehingga
seorang mujahid fisabilillah itu pulang,” jelasnya.

UIY menilai, nikmatnya menjadi seorang muslim, semuanya
bernilai kebaikan. Apalagi untuk jihad, tidak ada yang buruk dalam jihad, jika
dilakukan dengan ikhlas. Seorang yang berjihad,  pasti akan mendapatkan satu dari dua kebaikan.
“Satu kemenangan, jika tidak dia pasti mendapatkan kesyahidan,” ujarnya.

“Sebagaimana dinyatakan oleh Nabi SAW dalam hadis riwayat
Abu Daud dan Nasai’, siapa yang dibunuh karena membela hartanya, syahid. Siapa yang
dibunuh karena membela keluarganya,  syahid. Siapa yang dibunuh karena membela
darahnya atau karena membela agama,  ia
syahid,” tuturnya.

Dan orang yang mati syahid, ungkapnya, meski sekilas tampak
sangat menderita tapi seperti yang dikatakan oleh Nabi SAW dalam hadis riwayat
Tirmidzi, dia tidak merasakan apa-apa kecuali seperti digigit semut, digigit
serangga dan kematiannya sebagai seorang syuhada.

“Kata Nabi SAW adalah setinggi-tinggi derajat kematian
asraful mauti mautus syuhada. Sebegitu tingginya derajat itu hingga orang yang
mati syahid berulang-ulang ingin mati syahid lagi. Seperti disebut dalam hadis
sahih riwayat Bukhari Muslim, Tidak ada orang yang masuk surga yang
menginginkan kembali ke dunia, padahal ia telah memiliki segala sesuatu yang
ada di dunia kecuali orang yang mati syahid. Dia bercita-cita untuk kembali ke
dunia kemudian dibunuh berulang sampai 10 kali setelah ia melihat besarnya
kemuliaan mati syahid,” jelasnya.

Meskipun di jalur Gaza tidak semua yang meninggal itu dalam
keadaan dirinya berperang langsung melawan musuh, namun kata UIY, mereka tetap menyandang
gelar syahid. “Seperti dikatakan oleh Nabi SAW, mereka yang meninggal karena
terbakar dan tertimpa runtuhan bangunan tetap disebut syahid. Dalam hadis
riwayat Abu Daud, kata Nabi, korban kebakaran adalah syahid. Yang mati tertimpa
ruangan adalah syahid,” tuturnya.

Di dalam perang di Gaza, bebernya,  ada dua kontras. Satu
ketegaran yang luar biasa yang ditunjukkan oleh penduduk Gaza, karena inilah
karakter yang luar biasa yang tumbuh dari spirit tauhid. Dan yang kedua, kepengecutan
yang ditunjukkan oleh Zionis, penjarah tanah Palestina yang dikutuk oleh
manusia sedunia.

“Sekarang semua melihat bahwa ajaran Islam tentang jihad dan
syahidlah yang membuat penduduk Palestina penduduk Gaza khususnya bisa kuat dan
menginspirasi kita. Subhanallah,” pungkasnya. [] Setiyawan Dwi

Loading

Views: 3

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA