2025 Gaza Peace Summit, Tidak Bisa Menyelesaikan Persoalan Gaza

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Pertemuan diplomatik puluhan negara di dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza atau “2025 Gaza Peace Summit” pada Senin (13/10/2025) di Kairo, Mesir, dinilai tidak akan bisa menyelesaikan persoalan Gaza, Palestina.

“Kita sudah tidak bisa berharap bahwa ini akan menyelesaikan persoalan di Gaza,” ujar Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar dalam Kabar Petang: Peace 2025, Occupation by Design, Senin (20/10/2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Karena menurutnya, hal itu masih dalam kerangka merealisasikan 20 poin usulan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkaitan dengan gencatan senjata, pembangunan kembali Gaza, dan pembentukan transisi pemerintahan di Gaza.

“Jadi, apa yang ada di Kairo itu kan kemarin itu adalah bagian dari tindak lanjut itu. Dan yang datang kan Donald Trump, datang dari Inggris, datang Italia, datang ya dari Amerika dan negara-negara koalisinya termasuk juga Amerika. Saya kira menjadi salah satu hal yang sifatnya bersejarah,” sebut Hasbi.

Karena juga, lanjutnya, perspektif Trump bahwa yang menjadi akar masalah di Gaza adalah bukan Israel, tetapi para pejuang perlawanan, atau dalam bahasa Trump adalah kelompok pemberontak, kelompok teroris.

“Nah, dari perspektifnya saja itu sudah perspektif yang menyalahkan warga Gaza. Padahal yang melakukan kekerasan penghancuran di Gaza itu kan ya, bukan kelompok pejuang, tapi adalah Israel,” jelasnya.

Dan setelah gencatan senjata pun, ungkapnya, seminggu ini sudah puluhan kali Israel melakukan pelanggaran di Gaza.

“Itu baru di Gaza. Belum kita bicara tentang Tepi Barat gitu yang setiap harinya, kemarin baru saja kita melihat misalnya ada warga Tepi Barat yang mereka menanam pohon zaitun dan buah zaitunnya itu dipanen oleh orang Israel,” bebernya.

Artinya, Hasbi menegaskan bahwa yang terjadi di Gaza, pelaku kejahatan sesungguhnya adalah Israel. Namun, KTT Perdamaian Gaza di Kairo Mesir itu tidak mempersoalkan Israel.

“Yang dipersoalkan adalah gencatan senjata. Satu targetnya. Yang kedua adalah yang dipersoalkan adalah pemerintahan Hamas kan gitu, atau pemerintahan di Gaza,” ucapnya.

Itu pun, sambungnya, dalam pertemuan tersebut Hamas tidak dilibatkan. “Dan pasti tidak dilibatkan karena dianggap sebagai akar masalah. Jadi, tidak bisa diharapkan, karena dari perspektifnya saja sudah perspektif Amerika Serikat, dan kalau kita katakan perspektif Amerika ya pasti Israel yang menjadi kepentingan utama bagi Amerika Serikat untuk mengamankan kepentingan Israel,” jelasnya.

Sehingga, kata Hasbi, semua proses ke depan walaupun KTT itu melibatkan negara-negara Muslim mayoritas, tetap saja itu tidak menguntungkan warga Palestina.

“Tapi yang diuntungkan adalah Israel dan Amerika Serikat gitu,” pungkasnya.[] Setiyawan Dwi

Views: 26

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA