Nicko Pandawa: Sifat Pemuda Itu Kritis dan Peka terhadap Kerusakan Masyarakat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads

Tinta Media – Sejarawan Nicko Pandawa menegaskan bahwa sebenarnya sifat dasar pemuda itu mempunyai sifat kritis dan lebih peka terhadap kerusakan masyarakat.

“Jadi sebenarnya saya katakan tadi, sifat dasar pemuda itu memang mempunyai sifat kritis, mereka itu lebih peka terhadap kesenjangan sosial, terhadap kerusakan masyarakat, baik zaman dulu, bahkan zaman sekarang,” tegasnya pada Acara Event Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (27/9/2025) secara live di satuju.one.

Lebih lanjut, kata Nicko, yang membedakan antara zaman dulu dan sekarang adalah sekarang zaman digital. “Tentu, kita bisa mengindra, bahwa zaman sekarang adalah zaman digital, zaman teknologi,” ucapnya.

Ia menilai teknologi digital ini begitu memudahkan kehidupan, tapi di sisi lain tentu menjadi pisau bermata dua.

“Menjerumuskan terutama generasi muda untuk ya hanya terfokus kepada dunia mayanya saja, sehingga mereka mungkin tetap mempunyai daya kritis untuk mengindra kerusakan masyarakat, mengindra kerusakan pemerintahan, negara atau sistem dunia sekarang,” bebernya.

Lagi-lagi, menurut Nicko, jika dibandingkan, generasi sekarang tidak setangguh dengan generasi sahabat.

“Karena kita tahu generasi sahabat itu adalah generasi perintis, dan kalau kita melihat dari siklus peradaban yang digagas oleh Ibnu Khaldun, bahwasanya generasi perintis itu memang mereka hidupnya susah, baik itu sahabat atau misalkan pendiri Daulah Utsmaniyah Osman bin Ertugrul,” jelasnya.

Nicko menyampaikan bahwa Osman bin Ertugrul merupakan seorang sultan, pemimpin negara yang tidak punya istana, dan istananya adalah tenda.

“Jadi, dia itu hidupnya nomaden bersama punggawa-punggawa negaranya, dan kerjanya itu keliling untuk berjihad ke sana ke mari, meluaskan wilayah Utsmaniyah, hingga nanti menjadi daulah, menjadi kesultanan. Ini generasi perintis, generasi yang hidup dalam kesusahan,” ungkapnya.

Oleh karenanya, menurut Nicko, generasi sekarang berbeda jauh dengan generasi sahabat, dari segi ketangguhan, dan kehidupannya.

“Kalau kita memakai kacamata peradaban, hidup dalam kemewahan, hidup dalam kenyamanan, sehingga mereka mungkin bisa mengindra tapi ya keburu mager kan, keburu diajak temennya maen,” ujarnya.

Sehingga, tambahnya, jika ditanya apakah ini tidak bisa diubah? Jawabannya, tentu bisa.

“Ini banyak sekali obatnya, salah satunya menjauhi penggunaan HP secara intens, tidak sampai 5 jam atau 8, tapi ini masalah teknis lah ya.” tuturnya.

Terakhir, pungkasnya, yang paling inti adalah untuk mengubah generasi muda sekarang, agar bisa setangguh generasi perintis adalah dengan menyadarkan potensi mereka dan mengingatkan kepada mereka akan generasi para sahabat, perjuangan Rasulullah SAW, itu yang begitu membina dan menggerakkan anak-anak muda. [] Nandang Fathurrohman

Views: 38

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA