Pengamat: Jokowi Harus Perintahkan Penghentian Mega Proyek Solarisasi Sawit

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
https://drive.google.com/uc?export=view&id=1w0vj8UKhjjmErbrnHtzEpBwEA1qVSGHN
Tinta Media – Terkait rencana solarisasi sawit yang akan dilakukan oleh Pertamina, Pengamat Ekonomi Politik Salamudin Daeng mengingatkan agar Presiden Jokowi memerintahkan penghentian mega proyek tersebut.
“Presiden Jokowi harus memerintahkan menghentikan mega proyek ini, karena jelas bukan merupakan bagian dari usaha transisi energi kepada energi terbaharukan. Proyek ini hanya akan meningkatkan sentimen global terhadap Indonesia sebagai pelaku utama deforestasi atau penggundulan hutan,” tuturnya dalam pers rilis yang diterima Tinta Media, Kamis (10/2/2022)
Menurutnya, proyek ini telah membuat Pertamina bergantung pada segelintir konglomerat sawit, sementara Pertamina tidak memiliki kebun sawit.
Bukan hanya itu, Salamudin memandang bahwa Pertamina telah dirugikan oleh mega proyek tersebut.
“Mega proyek ini telah merugikan Pertamina karena harus membeli bahan baku pencampur solar yang berasal dari sawit tersebut dengan harga mahal, tidak sebanding dengan harga jual biodisel Pertamina. Harga seliter minyak sawit sekarang bisa 17 ribu rupiah. Berapa harga solar ?” ungkapnya.
Menurutnya, mega proyek ini telah menyandera APBN untuk menyubsidi para konglomerat sawit dalam jumlah yang sangat besar. “Program ini juga telah menyedot keuangan negara dari iuran sawit kembali kepada perusahaan para konglomerat”, ungkapnya.
Sementara dari sisi Pertamina, Salamudin menilai bahwa mega proyek ini juga telah menyandera Pertamina, karena harus membeli minyak sawit dengan sangat mahal. “Harga minyak sawit sekarang mencapai 5200 ringgit per ton. Sebanyak 10 juta ton minyak sawit untuk mencampur solar harus dibeli Pertamina dengan sangat mahal. Bisa mencapai 170 triliun rupiah lebih,”pungkasnya.[] Aziimatul Azka

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA