Tinta Media – Menyikapi defisit keuangan yang dialami BPJS, Pengamat Ekonomi Dr. Arim Nasim menilai, pengelolaan BPJS ala kapitalisme rusak dan merusak.
“Sistem layanan kesehatan dengan pola asuransi seperti BPJS itu, pola pengelolaan ala kapitalisme. Karakteristik sistem kapitalisme itu rusak dan merusak,” tuturnya kepada Tinta Media, Selasa (19/11/2024).
Ia lalu membeberkan kerusakan itu. “Peluang defisitnya besar ketika banyak anggota asuransi melakukan klaim karena sakit. Apalagi dana operasionalnya juga tergolong besar. Gaji direksinya juga sempat menghebohkan, setiap bulan mencapai 320 juta, termasuk komisaris yang dijabat oleh beberapa Menteri,” jelasnya.
Kerusakan lain, ia menjelaskan, dana yang bersumber dari iuran rakyat dijadikan bancakan oleh para pejabat. “Ironisnya, honor dokter dan obat untuk pasien dibatasi,” sedihnya.
Islam
Ia lalu membandingkannya dengan pelayanan Kesehatan dalam Islam. “Kesehatan dalam Islam merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang harus disediakan oleh negara,” jelasnya.
Dalam sistem ekonomi Islam, lanjutnya, kesehatan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang wajib disediakan oleh negara dan haram menyerahkan masalah kesehatan kepada swasta termasuk dengan pola asuransi atau BPJS.
“Biaya kesehatan wajib ditanggung oleh negara secara langsung dari APBN, sehingga semua yang sakit atau membutuhkan layanan bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan adil tanpa diskriminasi,” terangnya.
Terakhir, ia menegaskan bahwa layanan kesehatan dalam sistem Islam yang dijalankan oleh khalifah biayanya sangat murah bahkan bisa gratis.
“Layanan kesehatan dalam Islam yang dijalankan oleh para khalifah itu biayanya sangat murah bahkan gratis,” pungkasnya.[] Nur Salamah
![]()
Views: 12
















