Ustadz Karebet: Kapitalisme Disiapkan Imperialis Barat sejak 1940-an Masuk ke Dunia Islam

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Ustadz Karebet: Kapitalisme Disiapkan Imperialis Barat sejak 1940-an Masuk ke Dunia Islam

Tinta Media – Trainer dan Konsultan Kepemimpinan Ustadz M. Karebet Widjajakusuma mengatakan ideologi dan sistem kapitalisme sekuler sudah disiapkan sejak 1940-an oleh imperialis Barat untuk di bawa masuk ke dunia Islam.

“Kapitalisme itu, kalau waktu saya kuliah di Malaysia, itu ternyata sudah disiapkan sejak tahun 1940-an,” ujarnya dalam Video Pendek : Ternyata Ini Alasan Orang Muslim Terjebak dalam Sistem yang Zalim pada kanal YouTube Moslem Video Clip, Rabu (12/8/2026)..

Ia menjelaskan untuk apa kapitalisme itu disiapkan, yaitu untuk dibawa masuk ke negeri-negeri Islam pecahan kekhilafan Utsmani yang saat itu kondisinya adalah perang (perebutan) pengaruh antara Amerika dengan ideologi kapitalisme sekularismenya versus Uni Soviet dengan ideologi sosialisme komunismenya. Sehingga kemudian, kebanyakan negeri-negeri kaum Muslimin di dunia Islam kini pada akhirnya masuk ke dalam perangkap kapitalisme.

“Apa tanda yang paling gampang kapitalisme itu? ‘Ma fi fulus, mampus!’ (tanpa fulus, ya mampus!). Itu peribahasa ya..! Ini guyonan di kalangan pengusaha ma fi fulus, mampus!” jelasnya.

Ustadz Karebet lanjut mengungkapkan, jika prinsipnya tidak ada uang mampus, berarti harus punya uang.

“Bagaimana caranya punya uang? Pinjam. Pinjamnya tidak ada masalah. Tapi pinjamnya hari ini harus pakai riba,” bebernya.

Ia menceritakan pernah ada penelitian di Kalimantan Selatan. Seorang peneliti mengatakan bahwa memang kalau diteliti sepertinya utang riba dalam sistem kapitalisme ini memudahkan orang untuk berbisnis.

“Dimudahkan dan sebagainya. Tapi begitu hari berganti dia sudah tertegun. Dia dikejar oleh pengembalian riba,” ketusnya.

Bahkan, Ustadz Karebet melanjutkan, berdasarkan pengalaman pribadinya saat mengurus sangkutan bapak mertua (yang ditipu saudaranya) sehingga tersangkut utang riba atas namanya di sebuah bank. Saat hendak melunasi saat itu ternyata tidak semudah itu, ia harus membayar penuh dengan dendanya.

“Bayangkan itu utang 5 tahun kurang lebih (dendanya) sekitar hampir 100 juta. Saya sudah berhitung ya..!” pungkasnya.[] Nasriani

Loading

Views: 4

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA