Yaman Membara, Khilafah Solusi Persatuan Umat

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram
Threads
Yaman Membara, Khilafah Solusi Persatuan Umat

Tinta Media – Siapa bermain di balik konflik Yaman–Saudi? Siapa yang diuntungkan ketika kaum Muslimin saling membunuh? Dan sampai kapan umat Islam menjadi korban pertarungan kepentingan geopolitik?

Yaman kembali membara. Konflik yang melibatkan kelompok Houthi, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, dan Arab Saudi kembali meningkat setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 runtuh. Serangan rudal, serangan udara, dan perebutan wilayah strategis di sekitar Laut Merah memperlihatkan bahwa konflik ini bukan sekadar pertikaian domestik. Kepentingan regional dan internasional turut memperumitnya.

Di tengah pertarungan tersebut, rakyat Yaman kembali menjadi korban. Mereka menghadapi ancaman kematian, kehancuran infrastruktur, kesulitan ekonomi, dan ketidakpastian masa depan. Sementara para aktor politik dan militer terus memperjuangkan kepentingannya, rakyat harus membayar harga yang mahal.

Inilah tragedi ketika negeri Muslim menjadi medan perebutan pengaruh, sedangkan persatuan umat dikorbankan demi kepentingan kekuasaan.

Ada Apa di Balik Konflik Yaman–Saudi?

Konflik Yaman tidak muncul dalam ruang hampa. Gejolak politik sejak 2011, kegagalan transisi kekuasaan, perebutan kendali pemerintahan, dan penguasaan ibu kota Sana’a oleh kelompok Houthi pada 2014 menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang memicu perang.

Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan menghadapi kelompok Houthi. Riyadh juga berupaya membendung pengaruh Iran di wilayah perbatasannya. Iran dituduh memberikan dukungan kepada Houthi, meskipun kelompok tersebut menolak anggapan bahwa mereka sekadar proksi Teheran.

Di sinilah persoalannya menjadi kompleks. Yaman bukan hanya arena perebutan kekuasaan antarkelompok domestik. Negara itu juga berada di kawasan strategis, dekat Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran penting bagi perdagangan internasional dan distribusi energi.

Maka, pertanyaan yang harus diajukan bukan sekadar siapa yang menang dan siapa yang kalah. Siapa yang memperoleh keuntungan strategis ketika Yaman terus terpecah dan tidak mampu membangun stabilitas politiknya sendiri?

Tangan Asing dan Pertarungan Kepentingan

Konflik Yaman memperlihatkan bagaimana intervensi negara-negara luar dapat memperumit perang internal. Arab Saudi mendukung pemerintahan yang diakui secara internasional, sedangkan Iran dituduh mendukung Houthi. Uni Emirat Arab juga pernah mendukung kelompok-kelompok lokal dengan kepentingan berbeda, termasuk kelompok separatis di selatan Yaman. Bahkan, Amerika Serikat turut terlibat dalam dinamika keamanan kawasan melalui dukungan militer dan operasi terhadap Houthi pada periode tertentu.

Setiap negara tentu mengemukakan alasan keamanan, stabilitas, atau kepentingan nasional untuk membenarkan kebijakannya. Namun, kepentingan tersebut perlu diuji berdasarkan dampaknya terhadap kedaulatan Yaman dan keselamatan rakyatnya.

Ketika berbagai kekuatan berlomba mempertahankan pengaruh, perdamaian menjadi semakin sulit diwujudkan. Konflik lokal berkelindan dengan rivalitas regional, sementara rakyat sipil terjebak di tengahnya.

Karena itu, intervensi asing yang memperpanjang perang, merusak kedaulatan, dan menambah penderitaan rakyat harus dihentikan. Namun, penyelesaian yang adil juga menuntut penghentian serangan terhadap warga sipil, baik yang dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Saudi, kelompok Houthi, maupun aktor bersenjata lainnya.

Jangan Bunuh Sesama Muslim!

Kritik terhadap kebijakan militer Arab Saudi harus disampaikan secara tegas ketika tindakan yang dilakukannya menimbulkan penderitaan warga sipil atau melanggar hukum humaniter internasional. Kekuasaan dan alasan keamanan tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan nyawa manusia.

Namun, prinsip yang sama harus berlaku bagi seluruh pihak. Serangan Houthi terhadap wilayah Saudi dan infrastruktur sipil juga tidak dapat dibenarkan apabila melanggar hukum perang atau sengaja menyasar warga sipil.

Dalam Islam, darah manusia bukan perkara remeh. Allah Swt. berfirman dalam QS al-Hujurat ayat 10:

β€œSesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”

Persaudaraan ini bukan berarti menutup mata terhadap kezaliman atau menghapus pertanggungjawaban pihak yang bersalah. Sebaliknya, persaudaraan menuntut umat menghentikan kezaliman, menegakkan keadilan, dan mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.

Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh menzalimi saudaranya. Karena itu, perbedaan mazhab, afiliasi politik, maupun kepentingan kelompok tidak boleh menjadi alasan untuk menumpahkan darah sesama Muslim.

Jangan mau diadu domba! Jangan biarkan perbedaan dijadikan bahan bakar perang yang menguntungkan pihak lain!

Solusi Islam: Persatuan, Keadilan, dan Khilafah ala Minhaj an-Nubuwwah

Yaman membutuhkan lebih dari sekadar gencatan senjata sementara. Perdamaian harus dibangun melalui penghentian serangan terhadap warga sipil, akses bantuan kemanusiaan, pertukaran tahanan, dialog politik yang inklusif, serta penyelesaian perselisihan tanpa paksaan militer. Semua pihak juga harus menghormati kedaulatan Yaman dan menghentikan dukungan yang memperpanjang konflik.

Dalam perspektif Islam, penyelesaian tersebut harus berlandaskan keadilan, persaudaraan, dan larangan melakukan kezaliman. Persatuan umat tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap penguasa mana pun. Justru, persatuan harus menjadi kekuatan untuk mengoreksi kezaliman, melindungi rakyat, dan mencegah negeri Muslim dijadikan arena perebutan pengaruh asing.

Di situlah peran Khilafah ala Minhaj an-Nubuwwah sebagai institusi yang akan menyatukan umat di bawah kepemimpinan yang berlandaskan syariat.[] Abu Muhammad

Loading

Views: 5

TintaMedia.Com : Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU

SEDANG TRENDING

MENANGKAN OPINI ISLAM

JADWAL SHOLAT DI KOTA ANDA